Breaking News:

Virus Corona Tarakan

Berpotensi Jadi Zona Merah Covid-19 DPRD Tarakan Minta Pemkot Urungkan Sekolah Tatap Muka Awal 2021

Berpotensi jadi zona merah Covid-19 DPRD Tarakan minta Pemkot urungkan sekolah tatap muka awal 2021.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
SMK Negeri 1 Kota Tarakan terletak di Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN KALATARA - Berpotensi jadi zona merah Covid-19 DPRD Tarakan minta Pemkot urungkan sekolah tatap muka awal 2021.

Anggota Komisi 2 DPRD Tarakan, Idoeliansyah mengatakan, berdasarkan SKB 4 Menteri, Kota Tarakan belum memenuhi syarat melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini dikarenakan Kota Tarakan masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19.

Sehingga Komisi 2 DPRD Tarakan menyarankan Pemerintah Kota Tarakan untuk menunda kembali pembelajaran tatap muka.

Baca juga: BBM Langka di Krayan Nunukan, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris Akan Tindaklanjuti Dinas Terkait

Baca juga: Berpotensi Kerumunan, Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru

Baca juga: Kasus Covid-19 Malinau Didominasi Transmisi Lokal, Topan Amrullah: Tetap Waspada dan Jangan Panik

"Sekarang ini kan Tarakan masuk zona oranye bahkan melihat perkembangan terakhir bisa saja menuju zona merah karena peningkatan kasus sangat signifikan," ujarnya Senin (21/12/20)

Dalam SKB 4 Menteri itu, kata dia, wilayah diperbolehkan memulai sekolah tatap muka adalah wilayah yang masuk zona hijau dan kuning.

yang masuk zona oranye tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

"Zona oranye dan merah kan belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka ya,” tambahnya.

Dari pantuannya, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara terkonfirmasi positif Covid-19 sudah capai 2000 kasus . Yang mana diketahui Kota Tarakan paling banyak menymbang kasus Covid-19 di Tarakan.

Baca juga: Harga Premium di Krayan Rp 6.450 & Solar Rp 5.150, Satu Armada Angkut BBM Mulai Beroperasi, Tapi Ini

Baca juga: Sambut Natal dan Tahun Baru, BPBD Kaltara Sebut Pengawasan Protokol Kesehatan Perlu Ditingkatkan

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Pertanian Tarakan Perketat Pengawasan Tol Laut

“Sebab itu lah kita mengusulkan penundaan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Kalau pun Kota Tarakan tetap ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka, dia mengimbau untuk menempatkan tenaga kesehatan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Tarakan.

"Tapi menurut data Dinkes Tarakan, tenaga kesehatan yang ada tidak mencukupi, mereka sudah kewalahan menangani pasien positif Covid-19. Apalagi kalau sekolah tetap membuka pembelajaran tatap muka,” tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved