Minggu, 10 Mei 2026

Isu Presiden RI 3 Periode, Refly Harun: Cukup 1 Periode Saja, Fadli Zon: Sekalian Saja Seumur Hidup

Isu Presiden RI 3 periode, Refly Harun: Cukup 1 periode saja, Fadli Zon: Sekalian saja seumur hidup.

Tayang:
KOLASE TRIBUNKALTARA.COM
MASA JABATAN PRESIDEN - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Refly Harun dan Fadli Zon 

Menurutnya, masa jabatan Presiden Jokowi saat ini tidak efektif, terutama periode pertama.

Penyebabnya, masa jabatan di periode pertama ini menurutnya tidak 'full' 5 tahun.

Salah satu hal yang disorot adalah 2 tahun terakhir di masa jabatan Presiden, yang menurutnya difokuskan untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) selanjutnya.

"Sehingga kita lihat program-program pembangunan ditujukan untuk memakeup seorang Presiden, incumbent, agar terpilih kembali," katanya.

Dengan sistem 2 periode saat ini, incumbent juga menurutnya punya peluang untuk memanfaatkan jabatan demi kemenangannya di Pilpres selanjutnya. 

Baca juga: TAK Langsung Telepon Jokowi Saat Namanya Diseret di Korupsi Bansos, Ini Langkah yang Dipilih Gibran

Baca juga: Jokowi Bantah Vaksin Gratis Covid Hanya Bagi Pemilik Kartu BPJS, Diberikan Kepada 70% Penduduk RI

Yang paling ideal menurut Refly Harun adalah cukup 1 periode saja, tapi masa jabatan diperpanjang, bisa menjadi maksimal 6 tahun atau 7 tahun. 

"Sehingga Presiden yang terpilih benar-benar berkonsentrasi untuk menyelesaikan masa jabatannya dan tidak berpikir untuk terpilih kembali," ujarnya.

Simak selengkapnya dalam video berikut:

Istana Tanggapi Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode

Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rahman, menanggapi wacana yang kembali muncul terkait jabatan presiden bisa sampai tiga periode.

Seperti diketahui, wacana perpanjangan masa jabatan presiden bisa sampai tiga periode ini kembali mengemuka di media sosial akhir-akhir ini.

Berawal dari pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, yang menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik pada 2021 setelah rampungnya gelaran Pilkada Serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2020 silam.

Dalam pernyataannya, Qodari menuturkan adanya kemungkinan skenario luar biasa berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved