Senin, 13 April 2026

Listrik Sempat Padam 3 Kali, PLN Nunukan Sebut Gara-gara Ada Kompresor yang Terbakar

Listrik sempat padam 3 kali, PLN Nunukan sebut gara-ara ada kompresor yang terbakar di Sebaung, Kecamatan Sembakung.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
SPV Pelayanan Pelanggan, PT PLN Nunukan, Dion. (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Listrik sempat padam 3 kali, PLN Nunukan sebut gara-ara ada kompresor yang terbakar di Sebaung, Kecamatan Sembakung.

Listrik di Kabupaten Nunukan , Kalimantan Utara ( Kaltara ) sempat padam 3 kali dalam satu hari, pada Minggu (27/12/2020).

Dina warga Jalan Kampung Timur, RT 031, Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi dua hari lalu, sempat membuat dirinya kewalahan.

Baca juga: Terlibat Narkotika, Napi Lapas Nunukan Ini Rawat Bayi di Penjara, Ngaku Bercerai Saat Tengah Hamil

Baca juga: UPDATE Tambah 327, Kasus Covid-19 Kaltara Jadi 3.643, Kluster PT MIP Nunukan Sumbang Terbanyak

Baca juga: Ketua DPD PKS Nunukan Terpilih Burhanuddin Sebut Logo PKS Berubah Total, Ini Penjelasan Filosofinya

Bagaimana tidak, ibu empat anak itu mengaku saat listrik padam, nasi di rice cooker yang ia masak belum juga matang.

Ia sempat mengira, listrik di rumahnya jeglek, namun saat mengecek meteran listrik, ternyata menang listrik padam.

"Hari Minggu padam listrik sekira 1 jam. Saya sempat masak nasi pakai rice cooker, tapi belum matang listriknya mati. Saya pikir jeglek, karena biasanya jeglek kalau kelebihan pemakaian. Ternyata enggak. Nasinya masih ada rasa beras dan keras saat digigit. Jadi pakai kompor gas masaknya," kata Dina kepada TribunKaltara.com, Selasa (29/12/2020).

Sementara itu, menurut Manajer Unit Layanan Pelanggan melalui SPV Pelayanan Pelanggan, PT PLN Nunukan , Dion , pemadaman listrik secara merata di Nunukan 2 hari lalu, lantaran kompresor pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Sebaung, Kecamatan Sembakung terbakar.

"Pemadaman 3 kali dalam satu hari pada Minggu lalu itu karena kompresor PLTMG di Sebaung terbakar lumayan parah. Tapi kami sudah lakukan recovery (pemulihan) setengah jam sampai satu jam. Jadi kemarin itu dilakukan pemulihan di sana makanya di daerah kota kita maksimalkan pemadaman," ucap Dion saat ditemui di kantor PLN Nunukan.

Dia jelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan proses pemulihan di Sebaung.

Kendati begitu, penyebab kompresor terbakar belum diketahui sampai saat ini.

"Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Inikan masih proses recovery, semoga ke depan kembali normal," tutur Dion.

Dion menambahkan, pemadaman yang terjadi bersifat force majeure (keadaan memaksa), dan biasa terjadi.

Baca juga: Kapolres Nunukan Perintahkan Jajarannya Sita Kembang Api, AKBP Syaiful Anwar: Ini Maklumat Kapolri

Baca juga: Ibadah Natal 2020, Masuk Gereja Katolik Paroki Santo Gabriel Nunukan, Umat Wajib Tunjukkan Tiket

Baca juga: Musda Partai Keadilan Sejahtera Nunukan Kaltara, Pengurus Baru Bertekad Tambah Jumlah Kader

"Ini sifatnya force majeure. Kalau ada hujan badai, tiang listrik tegangan menengah jadi sensitif, kena daun atau ranting saja bisa padam. Untuk antisipasi itu dilakukan perawatan jaringan. Biasanya kalau ada perawatan jaringan PLN ada pengumuman," ujarnya.

Bahkan, pemasangan umbul-umbul yang biasanya dipasang jelang tahun baru, perayaan 17 Agustus, dan perayaan besar lainnya, dapat menjadi indikasi pemadaman listrik.

"Jadi buat masyarakat Kabupaten Nunukan, kalau ada pohon di rumah yang jaraknya kurang dari 3 meter dari tiang listrik, segera diinfokan ke PLN, nanti kami potong, tidak ada biaya," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab terbakarnya kompresor pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Sebaung , Kecamatan Sembakung belum diketahui.

(*)

( TribunKaltara.com / Felis )

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved