Breaking News:

Virus Corona Tarakan

Bandara Internasional Juwata Tarakan Juga Terapkan Rapid Antigen Bagi Penumpang, Sampai Kapan?

Terkait rapid antigen, Ketua Posko Pengendalian Transportiasi Udara, Ceppy Triono sampaikan masih digunakan sampai dengan 8 Januari 2021.

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com / Risnawati
Suasana di Bandara Internasional Juwata Tarakan saat diabadikan TribunKaltara.com belum lama ini. ( TribunKaltara.com / Risnawati ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Terkait rapid antigen , Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Agus Priyanto melalui Ketua Posko Pengendalian Transportiasi Udara , Ceppy Triono sampaikan masih digunakan sampai dengan 8 Januari 2021.

Bahkan, kata dia, hampir seluruh daerah di Indonesia juga memberlakukan penggunaan rapid antigen bagi para penumpang transportasi udara .

Baca juga: Masih Jadi Primadona di Awal Tahun, Ribuan Alokasia Disertifikasi Balai Karantina Pertanian Tarakan

Baca juga: Pergerakan Pesawat Meningkat Selama Pelaksanaan Posko Pengendalian Transportasi Udara di Tarakan

Baca juga: Buka 18 Hari, Posko Pengendalian Transportasi Udara Selama Nataru di Bandara Juwata Tarakan Ditutup

"Sekarang kan rapid antibodi masih belum (digunakan), ada beberapa daerah yang boleh tapi ada beberapa daerah yang harus menggunakan rapid antigen ," ungkap Ceppy Triono , Selasa (5/1/2021).

Dia menambahkan, penggunaan rapid antigen bagi penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan, agar tidak mendapat masalah di tempat tujuan.

"Kita kan nggak tau penumpang ini mau kemana saja, dari pada bermasalah di tempat tujuan karena menggunakan rapid antibodi  ya lebih baik kita menerapkan penggunaan rapid antigen kan," jelasnya.

Sementara itu, dia sampaikan untuk pelayanan tes rapid antigen di Bandara Internasional Juwata Tarakan dikenakan biaya sebesar Rp 275 ribu.

Baca juga: Soal Aturan Belanja di Pantai Amal Lama Tarakan, Kadis Pariwisata: Tidak Boleh Ada Keputusan Sepihak

Baca juga: Ada Aturan Belanja Minimal Rp 150 Ribu di Pantai Amal Tarakan, Ini Kata Akademisi Ana Sriekaningsih

Baca juga: Patroli Tahun Baru 2021, Satpol PP Tarakan Sempat Terlibat Cekcok dengan PSK Gegara Ini

Tarif tersebut telah sesuai aturan pemerintah untuk wilayah luar Pulau Jawa.

"Tapi kalau di lapangan itu tergantung lagi dengan mekanisme pasar, tapi saya rasa semua yang ada di pasar juga sudah tahu terkait dengan hal itu (aturan tarif rapid antigen)," tutupnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved