Breaking News:

Pilkada Malinau

Jhonny Laing Impang-Muhrim Tuding Pengawas Pemilu Tak Netral di Pilkada, Ini Reaksi Bawaslu Malinau

Jhonny Laing Impang-Muhrim tuding pengawas Pemilu tak netral, begini reaksi Bawaslu Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ketua Bawaslu Malinau, Donny (Kemeja Putih) saat memantau proses penghitungan suara pada Rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupaten untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malinau, Rabu (16/12/2020). (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Jhonny Laing Impang-Muhrim tuding pengawas Pemilu tak netral , begini reaksi Bawaslu Malinau .

Ketua Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Malinau , Donny mengatakan pihaknya telah menyusun keterangan terkait gugatan Paslon Jhonny Laing Impang-Muhrim

Gugatan yang diajukan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malinau nomor urut 2, Jhonny Laing Impang-Muhrim tersebut turut menyeret nama pengawas di Bawaslu Malinau .

Baca juga: Update Tambah 10, Kasus Sembuh Covid-19 Malinau Jadi 241, Yansen Tipa Padan Isolasi Sebagian Wilayah

Baca juga: Rapat Pengarahan Tahunan 2021, Berikut Instruksi Bupati Malinau Yansen TP untuk Pimpinan OPD

Baca juga: Dinilai Lebih Efektif, Bupati Malinau Yansen TP Usulkan Belajar Tatap Muka Tetap Lanjut di Sekolah

Salah satu poin gugatan yang diajukan Jhonny Laing Impang-Muhrim adalah berkaitan denga netralitas penyelenggara Pilkada termasuk Bawaslu Malinau

Donny menjelaskan jajarannya di Bawaslu Malinau telah menyusun keterangan mengenai dugaaan ketidaknetralan yang dituduhkan kepada pihaknya.

"Kita sudah menyusun keterangan. Kita sudah siap menghadapi kemungkinan permohonan tersebut diterima Mahkamah Konstitusi atau MK," ujarnya kepada TribunKaltara.com , Rabu (6/1/2021).

Gugatan Jhonny Laing Impang-Muhrim yang diajukan pada 19 Desember 2020 lalu, turut menyinggung tentang integritas Bawaslu Malinau sebagai pengawas Pilkada Malinau .

Dalam gugatan tersebut, pengawas Bawaslu Malinau diduga telah mengadakan pertemuan dengan salah satu Tim pemenang salah satu Paslon.

Dia menjelaskan bahwa pengawas Bawaslu Malinau pada saat itu bertujuan untuk membubarkan aktivitas kampanye yang dilakukan pada masa tenang.

"Pada saat itu pengawas kami membubarkan aktivitas kampanye, bukan mengadakan pertemuan dengan mereka. Saya kira semua juga tau soal itu," ungkapnya.

Baca juga: Penutupan Diperpanjang 2 Pekan, Aktivitas UMKM Pro Sehat Malinau Sepi, Ini Tanggapan Pengunjung

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Malinau, Program Belajar dari Rumah Diperpanjang

Baca juga: Terlibat Balap Liar, Polisi Anak Buah Idham Azis di Malinau Minta Orang Tua Aktif Mengawasi Anaknya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved