Berita Nunukan Terkini

Hilangkan Trauma Anak Korban Kebakaran Rumah di Nunukan, 2 Komunitas Ini Bentuk Posko Trauma Healing

Hilangkan trauma anak korban kebakaran rumah di Nunukan, 2 komunitas ini bentuk posko Trauma Healing.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Sebanyak 23 anak korban kebakaran rumah mengikuti kegiatan Trauma Healing di posko evakuasi, belakang Pasar Malam Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (13/01/2021), sore. ( TRIBUNKALTARA.COM / Felis ) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Hilangkan trauma anak korban kebakaran rumah di Nunukan, 2 komunitas ini bentuk posko Trauma Healing.

Sebanyak 23 anak korban kebakaran rumah yang terjadi 3 hari lalu di Inhutani Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara) mengikuti kegiatan Trauma Healing di posko evakuasi, belakang Pasar Malam Nunukan.

Diketahui, dua komunitas ini yakni Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) dan Komunitas Kumpul Untuk Beramal ( KUMAL) menjadi inisiator kegiatan Trauma Healing tersebut.

Baca juga: Perwira Polisi Anak Buah Kapolri Idham Azis Wakapolda Kaltara Brigjen Erwin Zadma Siap Divaksin

Baca juga: UPDATE Tambah 5, Kasus Covid-19 Malinau jadi 322, Bupati Yansen TP: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Baca juga: Jelang Vaksinasi, Sekretaris IDI Bulungan dr Heriyadi Suranta Nyatakan Vaksin Corona Sinovac Aman

Sejak pembukaan kemarin, 2 komunitas itu dibantu oleh personel TNI-Polri untuk menyiapkan sound system dan posko bermain.

Anggota KUMAL, Hasanuddin, mengatakan kegiatan Trauma Healing yang dilakukan oleh pihaknya semata untuk menghibur anak-anak yang menjadi korban kebakaran yang menghanguskan 62 bangunan rumah itu.

"Kegiatan Trauma Healing ini untuk pemulihan rasa trauma anak-anak korban kebakaran rumah. Anak seusia mereka kan tergolong masih labil, tingkat traumanya pasti berbeda dengan orang dewasa. Jadi atas dasar itu kami lakukan kegiatan ini," kata Hasanuddin kepada TribunKaltara.com, Rabu (13/01/2021), pukul 16.00 Wita.

Menurut Hasanuddin, posko Trauma Healing itu akan dibuka oleh pihaknya sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Pasalnya, dia berharap melalui pelayanan Trauma Healing itu rasa trauma anak-anak korban kebakaran bisa segera pulih.

"Tidak ada batas waktu yang kami tentukan. Harapan kami sampai hilang rasa trauma anak-anak," ucapnya.

Sesuai data dari Kelurahan Nunukan Utara, ada sebanyak 84 anak yang menjadi korban kebakaran termasuk penganiayaan. Dari 84 anak, 46 diantaranya anak laki-laki, dan 38 anak perempuan.

Kendati begitu, hanya 23 anak saja yang mengikuti Trauma Healing tersebut.

"Banyak sebenarnya anak korban kebakaran rumah. Tapi banyak yang mengungsi di tempat keluarga. Sasaran Trauma Healing itu anak sekolah usia TK, PAUD, dan SD termasuk kemarin ada yang belum sekolah. Setiap hari kami stand by di posko.

Kami siapkan sejumlah permainan, buku-buku dongeng dan bacaan lainnya. Kalau komunitas WPP itu lebih kepada pendidikan, kalau KUMAL lebih kepada kegiatan games seperti badut. Ada badut Helo Kitty, Micky Mouse, Spiderman, dan Doraemon," ujarnya.

Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar melalui AKP Eka Berlin, mengatakan penting bagi anak-anak untuk mendapat pelayanan pemulihan trauma agar mereka bisa kembali menjalani aktivitas seperti sebelum adanya peristiwa kebakaran itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved