Breaking News:

Anggota DPRD Kaltara Meninggal Dunia

Eks Wabup Nunukan Hj Asmah Gani Tutup Usia, Ketua DPRD Kaltara: Saya Kehilangan Tokoh Perempuan

Eks Wabup Nunukan Hj Asmah Gani tutup usia, Ketua DPRD Kaltara: Saya kehilangan tokoh perempuan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, Senin (9/2/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Eks Wabup Nunukan Hj Asmah Gani tutup usia, Ketua DPRD Kaltara: Saya kehilangan tokoh perempuan.

Jenazah Hj Asmah Gani telah dimakamkan di Kota Tarakan, Selasa (23/02/2021), siang tadi.

Kabar duka atas meninggalnya Legislator Kalimantan Utara itu, tak sedikit warga yang kehilangan sosok mendiang Hj Asmah Gani.

Baca juga: Sepekan PLN Nunukan Lakukan Pemeliharaan Mesin Pembangkit di 2 PLTD, Berikut Daerah Terdampak Padam

Baca juga: Eks Wabup Nunukan Hj Asmah Gani Meninggal Dunia, Begini Sosoknya di Mata Rekan Komisi 1 DPRD Kaltara

Baca juga: Jenazah Anggota DPRD Kaltara Asmah Gani Dimakamkan di Tarakan, Anaknya Mohon Doa Masyarakat Nunukan

Mantan Wakil Bupati Nunukan ke-2 itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Tarakan, malam tadi sekira pukul 23.10 Wita.

Anggota Komisi I DPRD Kaltara itu lahir pada 17 Agustus 1954. Mendiang Hj Asmah Gani menutup usianya yang ke-66 tahun.

Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, mengatakan ia merasa kehilangan sosok tokoh perempuan di Kaltara.

Pasalnya, semasa hidupnya, mendiang selalu menjadi tempat Norhayati Andris melakukan koordinasi sebelum mengeluarkan keputusan politik untuk publik Kaltara.

"Saya baru dapat kabar tadi siang dari Sekwan. Karena saya belakangan ini berada di Desa Long Telenjau. Lagi Blankspot. Saya sangat kehilangan tokoh perempuan Kaltara. Beliau sering tempat saya berkoordinasi. Sebelum keluarkan keputusan saya sering minta pertimbangan beliau," kata Norhayati Andris kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, pukul 16.00 Wita.

Menurut legislator PDI-P itu, dirinya terkahir dua minggu lalu sempat berkomunikasi dengan mendiang via telepon seluler.

"Dua minggu lalu saya terakhir komunikasi dengan beliau lewat telepon. Awalnya beliau dirawat di rumah sakit Pertamedika Tarakan. Lalu dirujuk ke RSUD Kaltara di Tarakan. Sempat beliau minta tolong ke saya, karena sudah dua jam dia menunggu kepastian dari rumah sakit tempat untuk dirawat. Beliau minta cepat dapat perawatan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved