Breaking News:

Polemik Partai Demokrat

Jhoni Allen Marbun Vs Herzaky Mahendra Putra, Soal SBY tak Berkeringat & Berdarah Dirikan Demokrat

Jhoni Allen Marbun vs Herzaky Mahendra Putra, soal SBY tak berkeringat & berdarah dirikan Partai Demokrat dibantah oleh Kaban Komunikasi Strategi PD.

KOLASE TRIBUNKALTARA.COM
Ilustrasi - pengamat prediksi Partai Demokrat bisa terbelah dua. (KOLASE TRIBUNKALTARA.COM) 

TRIBUNKALTARA.COM - Jhoni Allen Marbun vs Herzaky Mahendra Putra, soal SBY tak berkeringat & berdarah dirikan Partai Demokrat dibantah oleh Kaban Komunikasi Strategi DPP Partai Demokrat.

Perang statment terjadi, kala senior Partai Demokrat yang kini telah dipecat oleh DPP Partai Demkrat Jhoni Allen Marbun mengeluarkan tuduhan kepada Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) yang tidak berkeringat dan berdarah dalam mendirikan Partai Demokrat.

Pernyataan itu langsung dibantah oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Herzaky Mahendra Putra menegaskan, Susilo Bambang Yudhoyono memiliki peran yang sangat vital dalam pendirian Partai Demokrat.

Baca juga: Statment Jhoni Allen Marbun untuk SBY Keras! Tuding Ayah AHY Pelaku Kudeta: Demokrat Partai Dinasti

Baca juga: Anak Buah AHY Pasang Badan, Tak Terima Jhoni Allen Tuding SBY Tak Berdarah di Demokrat, Mega Disebut

Susilo Bambang Yudhoyono kembali disorot dalam kisruh Partai Demokrat belakangan ini.

Terbaru, kader yang dipecat, Johnny Allen Marbun menyebut SBY tak berkeringat dalam mendirikan Partai Demokrat.

Tak tinggal diam, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra pun membeberkan peran ayah Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) dalam pendirian Partai Demokrat.

Tak hanya SBY, Ani Yudhoyono pun disebut ikut berkeringat saat mendirikan partai berlambang bintang mercy tersebut.

Partai Demokrat menjawab tudingan mantan kadernya, Johnny Allen Marbun, yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) tak pernah berdarah-darah membesarkan partai berlambang mercy itu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut, hal itu sebagai manipulasi sejarah pembentukan Partai Demokrat.

Halaman
1234
Editor: M Purnomo Susanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved