Polemik Partai Demokrat

AKHIRNYA! Ruhut Sitompul Beber Alasan Keluar dari Demokrat, Ngaku ke SBY Dukung Ahok tapi Sayang AHY

Akhirnya! eks Kader Demokrat Ruhut Sitompul beber alasan keluar dari Demokrat, ngaku ke SBY dukung Ahok tapi sayang AHY.

Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews
Ruhut Sitompul dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews) 

TRIBUNKALTARA.COM - Akhirnya! eks Kader Demokrat Ruhut Sitompul beber alasan keluar dari Demokrat, ngaku ke SBY dukung Ahok tapi sayang AHY.

Perasaan yang sekian lama terpendam, akhirnya dikeluarkan juga oleh mantan kader Partai Demokrat yang kini menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ), Ruhut Sitompul.

Sempat dengan bangga menyatakan Demokrat bukan partai pertama, tapi partai terakhir baginya, tetap menjadikan Ruhut Sitompul keluar dari Demokrat karena mendukung kandidat yang bukan didukung Demokrat.

Dalam pengakuannya, Ruhut Sitompul menyatakan rasa sayangnya kepada Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Tapi, tidak mendukung putra Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dalam Pilgub Jakarta dikarenakan mendukung Ahok.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Ditawari jadi Ketum Demokrat, Jhoni Allen Sebut Eks Panglima TNI Era Jokowi Asbun

Baca juga: Klaim Ruhut Sitompul, Keluar dari Partai Demokrat Bukan karena PDIP, Pilih Dukung Ahok Ketimbang AHY

Eks politikus Partai Demokrat yang kini berseragam PDIP, Ruhut Sitompul ikut bicara soal kisruh di partai berlambang mercy.

Ruhut Sitompul juga blak-blakan mengakui sayang kepada putra Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Meski demikian, Ruhut mengaku terpaksa pamit dari Partai Demokrat kepada SBY.

Semua itu demi mendukung Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) untuk kembali memimpin Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul mengungkapkan alasannya keluar dari Partai Demokrat.

Ruhut mengatakan bahwa alasanya keluar dari Demokrat tidak terlepas dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (11/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Ruhut mulanya mengaku sedih melihat kondisi yang terjadi di tubuh Partai Demokrat saat ini, yakni terkait dualisme kepemimpinan.

Meski sudah menjadi kader PDIP, Ruhut mengaku bangga pernah berada di Partai Demokrat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved