Polemik Partai Demokrat

KSP Moeldoko jadi Ketum Demokrat Versi KLB Malah Persulit Presiden Jokowi, Pengamat Sarankan Dipecat

KSP Moeldoko jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB malah persulit Presiden Jokowi, pengamat sarankan dipecat.

Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com/SABRINA ASRIL dan Tribun Medan/ Arjuna
KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara berujung bentrokan berdarah antara massa pendukung Moeldoko dan AHY, Jumat (5/3/2021). (Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com/SABRINA ASRIL dan Tribun Medan/ Arjuna) 

TRIBUNKALTARA.COM - KSP Moeldoko jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB malah persulit Presiden Jokowi, pengamat sarankan dipecat.

Setelah menjadi Ketum Partai Demokrat, harusnya menjadikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko memiliki nilai lebih dalam pemerintahan.

Namun, amatan pengamat berbeda soal terpilihnya Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa ( KLB)  yang diinisiasi oleh Jhoni Allen Marbun cs, yang berlangsung di Sibolangit, Sumatera Utara.

KLB yang dituding tidak sesuai dengan aturan hukum dan partai membuat pengamat menilai, kejadian tersebut akan mempersulit Presiden Jokowi.

Baca juga: TERBONGKAR Perlakuan Moeldoko kepada Jokowi saat Hadiri KLB Demokrat, Mahfud MD Beber Sikap Presiden

Baca juga: Berbagi Uang di KLB Demokrat Buat Debat Panas Hinca Panjaitan & Darmizal, Gatot Nurmantyo Bersaksi

Moeldoko menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya terpilih dalam kongres tahun 2020.

Meski demikian persoalan tak lantas selesai  

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, dinilai telah mempersulit Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, Moeldoko diketahui terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, sementara dirinya masih menjadi bagian dari pemerintahan.

Terlebih, Moeldoko saat ini masih resmi menjabat sebagai KSP.

Hal ini disampaikan pengamat politik President University, Muhammad AS Hikam, dalam acara Mata Najwa yang videonya diunggah di YouTube Najwa Shihab pada Kamis (11/3/2021).

Anggapan Hikam ini disampaikan saat awalnya ia ditanya soal sikap Jokowi yang terkesan diam atas terlibatnya Moeldoko dalam kudeta Partai Demokrat.

Hikam mengatakan, sikap diam Jokowi bisa diartikan berbagai hal.

"Kalau saya melihat ada beberapa cara menginterpretasi ya diamnya Pak Jokowi ini."

"Diam karena memang tidak ingin disebut sebagai intervensi atau diam karena memang internal di dalam Istana juga terjadi pergesekan."

Baca juga: Manuver Senyap Moeldoko di KLB Partai Demokrat Kagetkan Istana, Mahfud MD Bocorkan Reaksi Presiden

Baca juga: Akhirnya Terkuak, Ini Sosok yang Ajak Gatot Nurmantyo Ikut KLB Demokrat, Ternyata Pernah Bantu SBY

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved