Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Anak Buah Listyo Sigit di Nunukan Diduga Aniaya Motoris Speedboat, Ini Kata Penasihat Hukum Korban

Oknum polisi anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Nunukan diduga aniaya motoris speedboat, ini kata penasihat hukum korban.

Istimewa
Hendra dan Wawan (motoris Speed Celebes), seusai melaporkan kejadian itu di Polda Kaltara pada Kamis, 11 Maret 2021. (Istimewa). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Oknum polisi anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Nunukan diduga aniaya motoris speedboat, ini kata penasihat hukum korban.

Belum lama ini publik Kalimantan Utara ( Kaltara ) dikejutkan dengan pemberitaan oknum Polair Polres Nunukan yang diduga terlibat penganiayaan berupa pemukulan terhadap 2 motoris speed boat Celebes.

Diberitakan sebelumnya dari Polres Nunukan, 2 motoris speedboat yakni Wawan Suhendra dan Roy Hendra, diduga membawa sebanyak 40 gabus berukuran besar yang berisi Ikan Layang (campuran) dari Tawau, Malaysia tanpa mengantongi izin karantina hewan dan izin berlayar.

Perjalanan ilegal dua warga Tarakan itu, diketahui oleh Komando Pasukan Katak ( Kopaska ) dan personel Polair Polres Nunukan saat melintas di Perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Bahkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara speed boat petugas dengan Speed Boat Celebes yang digunakan Wawan dan Hendra.

Akibat tak mau berhenti, oleh petugas diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali.

Namun upaya peringatan itu tak berhasil, lantaran motoris Speed Celebes itu mencoba menabrakan speednya.

Hingga akhirnya Speed Celebes berhasil dihentikan oleh petugas, sontak oknum Polair melayangkan pukulan terhadap motoris speed itu.

Baca juga: Waspada, BMKG Prediksi 2 Wilayah di Nunukan Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Baca juga: Soal Lalu Lintas Orang di Perbatasan RI-Malaysia, Kepala Imigrasi Nunukan Sebut Banyak Jalur Gajah

Baca juga: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan Bantah Terbitkan SKKH Ayam Kampung dari Tawau Malaysia

Saat dikonfirmasi, Penasehat Hukum (PH), Edi Siswanto mengatakan kronologi kejadian yang beredar mengenai dua kliennya ( Wawan dan Hendra ) itu masih dalam proses penyelidikan Propam Polda Kaltara.

"Kasus dugaan penganiayaan oleh oknum Polair itu sudah kami laporkan ke Propam Polda Kaltara. Kalau informasi mengenai kronologis kejadian yang dialami klien kami itu mirip dengan yang tersebar di kanal media berita online.

Halaman
1234
Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved