Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

KNKT Berhasil Unduh Rekaman Sebelum Jatuhnya Sriwijaya Air, Penyebab Kecelakaan Segera Terungkap?

KNKT berhasil unduh rekaman sebelum jatuhnya Sriwijaya Air, penyebab kecelakaan segera terungkap?

Editor: Amiruddin
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pencarian serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak dan diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021) lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM - Kabar terbaru, KNKT berhasil unduh rekaman sebelum jatuhnya Sriwijaya Air, penyebab kecelakaan segera terungkap?

Proses investigasi terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu terus dilakukan.

Teranyar, rekaman percakapan selama 2 jam termasuk percakapan saat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kecelakaan berhasil diunduh oleh KNKT.

Rekaman tersebut berasal dari CVR yang ditemukan oleh tim gabungan pada akhir Maret 2021 lalu.

Rekaman suara dari CVR diharapkan bisa segera mengungkap misteri penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada (9/1/2021) lalu.

Pesawat nahas itu jatuh saat bertolak dari Jakarta menuju Pontianak.

Baca juga: Ramadan dan Idul Fitri, Lapas Nunukan Larang Warga Binaan Dijenguk, Lewat Video Call Aja 

Baca juga: Viral, Video Pengantin Perempuan Hamil 8 Bulan saat Menikah, Ini Fakta di Baliknya

Baca juga: Hukum Sikat Gigi Pakai Odol Saat Berpuasa di Bulan Ramadan, Apakah Membatalkan?

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ) berhasil mengunduh data cockpit voice recorder ( CVR ) pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC.

Pesawat nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada (9/1/2021) lalu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan dari hasil pengunduhan didapatkan rekaman percakapan selama 2 jam termasuk percakapan saat mengalami kecelakaan.

CVR pesawat yang ditemukan pada 30 Maret 2021 tersebut berisi empat saluran audio. Termasuk juga rekaman pilot yang membawa pesawat tersebut.

"KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR, akan tetapi channel 4 pada CVR mengalami gangguan," ujar Soerjanto dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Berdasarkan rekaman tersebut, kata dia, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya akan disampaikan dalam laporan akhir (Final Report).

Soerjanto memaparkan rangkaian investigasi kecelakaan yang alami oleh PT. Sriwijaya Air pada 9 Januari 2021 dalam rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak tersebut.

Ia menjelaskan tiga hari pasca terjadinya kecelakaan yaitu pada tanggal 12 Januari 2021, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan dan hasil data yang telah diolah oleh KNKT telah diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report) pada tanggal 10 Februari 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved