Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Ramadan dan Jelang Idul Fitri, Aktivtas Memasak Meningkat, Warga Diingatkan Waspada Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat agar tetap waspada bahaya musibah kebakaran

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Api menghanguskan 2 rumah tunggal dan 1 rumah terdampak, dengan korban 2 Kepala Keluarga 2 Jiwa di RT 02 Jalan Nusa Indah, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/2/2021) lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat agar tetap waspada bahaya musibah kebakaran, terlebih selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah. 

Plt. Kepala Disdamkar Samarinda Makmur Santoso mengajak masyarakat Kota Tepian mewaspadai terhadap bahaya musibah kebakaran yang dalam dua tahun terakhir sering terjadi, akibat aktivitas memasak yang memang cenderung meningkat dari hari biasa.

"Penting hal ini untuk diingatkan, karena pada bulan Ramadan serta mendekati Idul Fitri, aktivitas rumah tangga cenderung meningkat dibandingkan hari-hari biasanya, termasuk kesibukan ibu-ibu dalam menyiapkan menu berbuka, makan sahur, serta para ibu-ibu yang mengolah makanan dan kue berbuka puasa," jelasnya hari ini (23/4/2021).

Masyarakat dimintanya meningkatkan kewaspadaan, seperti mengontrol kompor dan mematikan alat elektronik apabila sudah tidak dipergunakan lagi. 

Baca juga: Nama RSUD Tarakan Mau Diubah, Rencananya Diganti Dengan Nama Ini, Yansen: Laporkan ke Gubernur

"Pemicu kebakaran bisa diakibatkan karena pemilik rumah terutama kalangan ibu rumah tangga yang lupa mengontrol kompor setelah memasak menu berbuka puasa atau sahur," ungkapnya

Makmur Santoso juga berharap, penggunaan alat elektronik rumah tangga yang juga memiliki risiko tinggi sebagai pemicu musibah kebakaran ikut dikontrol.

Dia mengingatkan seluruh masyarakat Ibu Kota Kaltim ini, terus berhati-hati bila menyalakan alat elektronik, karena dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Lantaran dari beberapa peristiwa kebakaran terjadi berawal dari arus pendek listrik (dari alat elekteonik), contohnya AC, Kabel sambungan dan sebagainya," ucapnya.

Baca juga: Larangan Mudik Direvisi, Kepala Bandara Juwata Tarakan Ngaku Masih Pelajari Surat Satgas Covid-19

Selain itu, lanjut Makmur Santoso, meskipun pihaknya keterbatasan personil dan peralatan.

Namun pihaknya tetap seperti biasa mensiagakan personil penakluk api di 11 posko Disdamkar yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kota Samarinda, dalam upaya mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved