Senin, 20 April 2026

Idul Fitri 2021

Jangan Salah Arti, Minal Aidin Wal Faizin Bukan Bermakna Minta Maaf, Ini Makna Sebenarnya

Jangan salah arti, ini arti sebenarnya dari ucapan Minal Aidin Wal Faizin yang sering diucapkan saat Idul Fitri.

Editor: -
Kolase TribunKaltara.com
Gambar Ucapan selamat Idul Fitri 1442H (Kolase TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM - Jangan salah arti, ini arti sebenarnya dari ucapan Minal Aidin Wal Faizin yang sering diucapkan saat Idul Fitri.

Setelah berpuasa Ramadhan, Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 2021/1442 H pada Kamis (13/5/2021).

Di Hari Raya Idul Fitri, memberi ucapan Selamat Idul Fitri sekaligus meminta maaf adalah hal yang baik untuk dilakukan.

Baca juga: Apa Itu Puasa Syawal? Simak Keutamaan Puasa Syawal yang Dilakukan selama 6 Hari

Umumnya, ucapan 'Maaf Lahir Batin' diikuti dengan kalimat dalam bahasa arab, Minal Aidin Wal Faaiziin.

Sebagian orang mengira, arti dari kata Minal Aidin Wal Faaiziin adalah meminta maaf dalam bahasa Arab.

Padahal, arti sebenarnya bukanlah demikian.

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta, Khasan Ibaidillah, mengatakan ucapan 'Maaf Lahir Batin' yang diikuti dengan Minal Aidin Wal Faaiziin membuat sebagian orang mengira Minal Aidin Wal Faaiziin bermakna permintaan maaf. 

"Menjelang Lebaran sering banyak mendapat kiriman pesan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin."

"Ini bagi sebagian orang mungkin akan berpandangan bisa jadi Mohon Maaf Lahir dan Batin adalah arti dari Minal Aidzin Wal Faidzin."

Baca juga: Berapa Jumlah Puasa Syawal? Bolehkah Dijeda atau Harus Dilakukan Berturut-turut Setiap Hari?

"Nah mungkin ini ya kekurang tepatan dari ucapan Bahasa Arab kemudian kata sambung, atau kalimat sambung yang digunakan."

"Seolah-olah semakna, padahal berbeda," kata Khasan dikutip dari Program Oase di kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (8/5/2021).

Khasan menerangkan, di masa sahabat Nabi, ucapan selamat Idul Fitri diikuti dengan doa. 

Adapun doa yang sering diucapkan yakni taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim.

Kemudian ucapan tersebut disambung dengan wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin.

"Pada zaman sahabat itu memang yang lebih banyak diucapkan adalah mendoakan."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved