Jumat, 10 April 2026

Liga Champions

Final Liga Champions Man City vs Chelsea Batal Digelar di Turki, Erdogan Emosi Semprot UEFA

Partai final Liga Champions antara Man City vs Chelsea batal digelar di Turki dan dipindah ke Porto, Recep Tayyip Erdogan emosi semprot UEFA.

TribunKaltara.com
Man City vs Chelsea final Liga Champions musim 2020/2021. (TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM - Partai final Liga Champions musim 2020/2021 antara Man City vs Chelsea batal digelar di Turki dan dipindah ke Porto, Recep Tayyip Erdogan emosi semprot UEFA.

Gelaran final Liga Champions antara Man City vs Chelsea yang semula akan digelar di Turki, belakangan dipindah ke Porto.

Nantinya final Liga Champions Man City vs Chelsea digelar di Estadio do Dragao, Portugal, Minggu (30/5/2021) pukul 02.00 Wib.

Pindahnya venue final Liga Champions dari Istanbul ke Porto membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram.

Tak tanggung-tanggung Recep Tayyip Erdogan berani menyemprot UEFA dengan menyebut pengumuman final Liga Champions pindah ke Porto bermotif politik.

"Menurut saya, mereka membuat keputusan politik," kata Recep Tayyip Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi, melansir Kompas.com.

Baca juga: Final Liga Champions Man City vs Chelsea, Syarat Thomas Tuchel Juara, Simpan Gelandang Andalannya

"Saya menyebutnya politis karena kami diberitahu dua tahun lalu tentang keputusan bahwa (final) Liga Champions akan dimainkan di Turki," tambahnya dikutip dari AFP.

UEFA bulan ini mengumumkan bahwa final Liga Champions 2021 antara Man City vs Chelsea akan digeser ke Porto di Portugal, dengan harapan bisa dihadiri oleh suporter Inggris.

Sebanyak 6.000 suporter dari masing-masing kesebelasan diperkirakan akan menghadiri laga puncak tersebut pada Sabtu (29/5/2021) atau Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

"UEFA berpikir bahwa semua perlu dilakukan untuk memastikan para suporter kedua kubu bisa hadir setelah satu tahun dikunci keluar dari stadion," tulis pernyataan resmi UEFA.

Sebelumnya, UEFA berencana memindahkan final Liga Champions ke Inggris, tetapi tidak memungkinkan setelah memperhitungkan semua kebutuhan karantina dari Inggris Raya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (AFP)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (AFP) (AFP)

Baca juga: Jadwal Final Liga Champions Man City vs Chelsea, Sinyal Bahaya Pep Guardiola, Tuchel Percaya Diri

"Otoritas Portugal dan FPF (Federasi sepak bola Portugal) akhirnya masuk dan bekerja cepat bersama UEFA untuk menawarkan venue final," tulis mereka lagi.

"Portugal masuk daftar hijau destinasi bagi Inggris, sehingga fans dan para pemain yang hadir ke final tak perlu menjalani karantina seusai pulang," kata UEFA.

UEFA juga menyampaikan bahwa 6.000 tiket akan tersedia bagi para pendukung masing-masing tim, sama seperti jumlah yang direncanakan di Istanbul.

"Saya pikir kita semua setuju bahwa pengalaman dalam setahun terakhir tak akan pernah kita lewati lagi," tutur Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved