Senin, 4 Mei 2026

Banjir Malinau

Dua Kali Diterjang Banjir, Korban Minta Bantuan Rumah, Bupati Malinau Sebut Masih Diusulkan ke Pusat

Di awal masa kepemimpinannya, Bupati dan Wakil Bupati Malinau periode 2021-2024 diuji dengan 2 peristiwa banjir dalam sepekan.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Bencana banjir menyapu wilayah permukiman penduduk di pesisir Sungai Mentarang. Korban banjir meminta agar pemerintah memberikan bantuan kepada korban yang kehilangan rumah di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu lalu (16/5/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Di awal masa kepemimpinannya, Bupati dan Wakil Bupati Malinau periode 2021-2024 diuji dengan 2 peristiwa banjir dalam sepekan.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa menjelaskan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan untuk korban banjir pertama di Malinau.

Permohonan bantuan kepada pemerintah pusat diajukan berjenjang. Sebab, pengajuan permohonan bantuan bencana merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

"Terhitung sejak kejadian banjir pertama, tanggal 16 Mei kemarin. Pemerintah Daerah sudah mengajukan laporan ke Pemprov Kaltara," ujarnya, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Tana Tidung Senin 22 Mei 2021, Diprediksi 5 Kecamatan ini Hujan Sepanjang Hari

Sejak kejadian banjir pertama pada hari Minggu, 16 Mei 2021, Bupati dan FKPD Malinau telah meninjau kondisi korban terdampak banjir terbesar, sejak Malinau berbentuk wilayah Kabupaten, tahun 1999 silam.

Meliputi wilayah bencana banjir di Kecamatan Mentarang, yakni di Desa Pulau Sapi, Long Gafid, Long Bisai, Harapan Maju dan Desa Paking.

Di Kecamatan Malinau Barat, Desa Tanjung Lapang dan Kuala Lapang. Desa Malinau Seberang di Kecamatan Malinau Utara, dan Desa Malinau Kota di Kecamatan Malinau Kota.

Pemerintah Daerah telah mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang yang juga telah meninjau langsung wilayah banjir di Malinau.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 22 Mei 2021, Kota Tarakan Diprediksi Hujan di Malam Hari

"Untuk banjir yang pertama, sudah kita ajukan laporannya kepada Gubernur Kaltara. Karena pengajuan bantuan adalah kewenangan Pemerintah Provinsi.

Untuk banjir ke dua sementara, masih didata. Karena kejadiannya baru kemarin, dan aksesnya juga cukup jauh, di wilayah perbatasan," katanya.

Pada Kamis lalu (20/5/2021), berselang 3 hari bencana banjir pertama terjadi, giliran 2 Kecamatan di Kabupaten Malinau tergenang banjir.

Data sementara, banjir tersebut menggenangi permukiman penduduk di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Meliputi Desa Long Pujungan di Kecamatan Pujungan. Dan Desa Long Alango, Long Berini dan Apau Ping di Kecamatan Bahau Hulu.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Sabtu 22 Mei 2021: Waspada di Malinau Hujan Petir pada Sore hingga Dini Hari

Permukiman penduduk tergenang. bahkan bencana banjir turut menyapu jembatan penghubung Desa Apau Ping dan Long Berini.

Diwawancarai terpisah, korban banjir di Desa Harapan Maiu, Makmun meminta agar pemerintah mengalokasikan bantuan kepada warga terdampak langsung banjir.

Utamanya bagi mereka yang kehilangan hunian akibat rusak parah dan terseret arus banjir pada hari Minggu, 16 Mei 2021 lalu.

"Harapan kami, korban banjir, ada bantuan dari pemerintah bagi kami yang kehilangan rumahnya. Setidaknya ada bantuan agar kami bisa membangun kembali rumah yang rusak," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved