Opini

Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Nilai dan Peran Guru Penggerak

REFLEKSI Filosofi Ki  Hajar Dewantara menjadi pembuka Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 2  saat ini yang diikuti oleh 59 Calon Guru Penggerak.

Editor: Sumarsono
HO
Suyitna, Calon Guru Penggerak Kota Balikpapan 

Oleh: Suyitna, Calon Guru Penggerak Angakatn 1 Kota Balikpapan

TRIBUNKALTARA.COM - REFLEKSI Filosofi Ki  Hajar Dewantara menjadi pembuka Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 2  saat ini yang diikuti oleh 59 Calon Guru Penggerak (CGP) di Balikpapan.

Menjadi sangat menarik ketika dengan berbagai kemajuan teknologi ini kita membicarakan relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Zaman sudah berubah, bahkan perkembangan peserta didik juga mengalami banyak perubahan. Apakah masih relevan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara saat ini dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Seperti kita ketahui bersama saat ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan program MERDEKA Belajar.

Program yang diharapkan mampu menjadi transformasi pelaksaaan pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Beberapa paket kebijakan dalam program MERDEKA Belajar telah mulai diimplementasikan di sekolah-sekolah.

Baca juga: Kisah Santi, Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, 4 Tahun Tinggal di Ruang UKS, Digaji Rp 1 Juta

Tujuan dari program ini adalah bagaimana kita bisa memanusiakan peserta didik. Menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dan membimbing dan mengarahkan mereka untuk mencapai kesuksesan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Guru diharapkan mampu menjadi penuntun yang baik bagi peserta didiknya. Menuntut peserta didik sesuai dengan kodratnya, baik kodrat alam maupun kodrat zaman.

Di sinilah peran guru sebagai pemimpin pembelajaran dan mewujudkan kepemimpinan murid menjadi kuncinya.

Seorang pemimpin harus mengenal karakter dari setiap orang yang dipimpinnya. Dengan mengenal karakteristik peserta didik maka guru akan menjadi pamong yang baik.

Mengenali kelebihan dan kekurangan peserta didik bisa mengarahkan dan mengembangkan kodrat mereka. Sehingga guru dapat berperan dalam menujudkan kepemimpinan murid. 

Menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran adalah salah satu nilai yang menuntut seorang guru untuk selalu mengupdate dan mengupgrade diri.

Di era digital ini banyak kesempatan yang bisa diikuti oleh seorang guru dalam meningkatkan kompetensi.

Kemandirian pendidik untuk bisa tergerak sehingga bisa menggerakkan dirinya dan orang lain sangat dibutuhnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 5 Kelas 4 SD Halaman 83 84 85 86 Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved