Berita Tarakan Terkini
Dihentikan Sementara, 300 Vial Vaksin AstraZeneca Milik Tarakan Disimpan di Gudang Farmasi
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan mendapat jatah vaksin AstraZeneca batch CTMAV 547.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan mendapat jatah vaksin AstraZeneca batch CTMAV 547. Namun karena Menteri Kesehatan sudah memberikan instruksi untuk menarik dari peredaran, saat ini vaksin AstraZeneca batch CTMAV 547 disimpan di Dinkes Kota Tarakan.
Dikatakan Jubir Satgas Penanganan Covid-19, dr Devi Ika Indriarti, AstraZeneca batch CTMAV 547 dihentikan sementara penggunaannya menyusul laporan kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kategori berat yang terjadi di Jawa.
"Jadi batch CTMAV 547 itu yang dilarang digunakan saat ini. Sementara masih disimpan. Dan instruksi Menkes ditarik. Itupun kita baru dapat mungkin ada berapa hari lalu baru kita terima," beber dr Devi Ika Indriarti.
Baca juga: Jelang PTM, Disdikbud Bulungan Klaim Vaksinasi Guru Telah 75 Persen, Yakin Sebelum Juli 2021 Selesai
Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Malinau Target Juli 2021 Vaksinasi Guru Selesai: Tunggu Kuota dari Dinkes
Lebih lanjut diungkapkan dr. Devi, jenis AstraZeneca memiliki banyak batch. Belum lama ini, Kodim 0907 Tarakan juga melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca terhadap purnawirawan, istri purnawirawan dan warakawuri.
Prosesnya AstraZeneca didistribusikan atau dialokasikan langsung dari unsur pimpinan TNI dan bukan melalui alokasi vaksin dari Dinkes Kota Tarakan.
"Alokasinya dari pusat. Tapi yang sudah disalurkan ke Kodim 0907 Tarakan itu aman. Saya tidak hapal batch-nya. Karena sebelumnya Polri juga sudah gunakan itu dan aman," beber dr Devi.
Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Kaltara Minta Vaksinasi Guru SMA Sederajat Dikebut
Ia melanjutkan, AstraZeneca bukan baru pertama kali diberikan ke aparat TNI seperti Kodim 0907 Tarakan.
"Kemarin itu sudah pernah diberikan untuk siswa polisi," ujarnya.
Ia melanjutkan, sebenarnya AstraZeneca lebih bagus diberikan kepada usia di atas 30 tahun. Karena berdasarkan rekomendasi IDI dari hasil penelitian sebelumnya. Itu berdasarkan penelitian perti itu.
Sampai saat ini pun penggunaan batch vaksin AstraZeneca untul Kodim 0907 Tarakan tak ada laporan KIPI.
"Gak ada, aman sejauh ini," cetusnya.
Adapun jumlah dosis yang dijatahkan untuk Kota Tarakan ada sekitar 300 vial atau sekitar 3.000 dosis vaksin AstraZeneca. Vaksin ini disimpan di gudang farmasi Dinkes Kota Tarakan.
Baca juga: Selamat, Ifan Seventeen dan Citra Monica Resmi Menjadi Pasangan Suami Istri
"Pemberitahuan sementara, kita masih menunggu hasil autopsi. Disimpan dulu. Karena KIPI itu belum jelas. Nanti kalau tum hasil autopsi sudah keluar dan ternyata bagus atu aman aja, baru bisa dipakai," jelasnya.
Untuk vaksinasi selanjutnya lanjut dr Devi, minimal memiliki jangka waktu sebulan.
Begitu juga untuk vaksin Sinovac. Diberlakukan satu bulan minimal jangka panjang jeda vaksinasi lanjutan dosis kedua. Dan maksimal dua bulan setelah dosis pertama, baru lanjut ke dosis kedua.
Baca juga: Klub Liga Italia Ramai Ganti Pelatih Termasuk Inter Milan dan Juventus, Ini Kesibukan AC Milan
"Setelah melalui penelitian lebih bagus setelah sebulan minimal jangkanya da maksimal dua bulan. Jadi kalau sekarang satu bulan jangkanya. Gak dua minggu lagi. Ini arahan Menkes sejak April 2021," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/guru-divaksin-di-tarakan.jpg)