Berita Daerah Terkini
PDIP Cabut Dukungan Buntut Bupati Alor Marah dan Memaki Mensos Risma, Ini Reaksi Amon Djobo
Buntut Bupati Alor marah dan memaki Mensos Tri Rismaharini hingga viral, PDIP resmi mencabut dukungan, Amon Djobo langsung bereaksi minta maaf.
TRIBUNKALTARA.COM - Buntut Bupati Alor marah dan memaki Mensos Tri Rismaharini hingga viral, PDIP resmi mencabut dukungan, Amon Djobo langsung bereaksi minta maaf.
Video viral Bupati Alor, Amon Djobo marah dan memaki Menteri Sosial Tri Rismaharini ( Risma) berbuntut panjang.
Terbaru, PDIP yang menjadi partai pengusung Bupati Alor itu , resmi menarik dukungan terhadap Amon Djobo.
Kepala daerah di Nusa Tenggara Timur ( NTT) itu dianggap memiliki etika dan sopan santun yang tak layak sebagai pemimpin.
Terlebih Amon Djobo sempat memaki Mensos Risma dengan kata-kata kasar, meski amarahnya diluapkan kepada 2 staf Kemensos.
DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan pada Amon Djobo sebagai Bupati Alor, Rabu (2/6/2021).
Pencabutan ini dilakukan melalui Surat DPP No 2922 /IN/DPP/VI/2021 ditanda tangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto.
Surat Pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDIP pada November 2017 mengeluarkan Rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk berkontestasi pada Pilkada Alor 2018.
Melalui Surat Pencabutan Dukungan ini, DPP juga menginstruksikan kepada DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di kab Alor.
Baca juga: Risma Tak Tinggal Diam, Jelaskan Duduk Perkara Imbas Viral Bupati Alor Amon Djobo Marah dan Memaki
Anggota DPR RI Dapil NTT 1, Andreas Hugo Pareira mengatakan, perilaku Bupati Alor yang mencaci maki Risma dan ketua DPRD Alor dianggap sangat tidak pantas dilakukan.
Apalagi dengan kata-kata kasar disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan apalagi oleh seorang pejabat setingkat Bupati.
"Dan nampaknya pola perilaku tidak pantas seperti ini merupakan kejadian berulang karena perilaku seperti ini juga pernah dilakukan terhadap seorang perwira menengah Kodam Udayana berpangkat kolonel," ucapnya kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).
Selain itu, Andreas menilai perilaku Amon Djobo yang seharusnya menjadi panutan masyarakat mempertontonkan kebrutalan temperamen dan emosi yang tidak terkendali ini perlu menjadi perhatian semua pihak.
Baca juga: Bupati Alor Amon Djobo Marah ke Staf Mensos Risma Pakai Kata-kata Kasar, Tiba-tiba Singgung Khofifah
"Agar sang bupati pengumbar caci maki brutal ini memperoleh sanksi hukum maupun politik agar tidak mengulangi perilaku brutalnya," ujarnya.
Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, Amon Djobo lahir di Kalabahi, Alor pada 22 Februari 1960.
Saat maju dalam Pilbup, Amon Djobo diusung oleh tujuh partai, yaitu Nasdem, PKS, PDIP, PPP, PAN, Demokrat, dan Gerindra.
Sebelum menjadi orang nomor satu di Alor, Amon Djobo adalah seorang PNS yang telah bekerja selama 35 tahun.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Minta Maaf
Setelah videonya viral memaki Mensos Risma, Amon Djobo langsung bereaksi meminta maaf.
Hal itu terlihat dari video yang beredar berdurasi 57 detik, ketika Amon Djobo mengungkapkan permintaan maafnya kepada Tri Rismaharini.
"Ibu Menteri saya minta mohon maaf sikap dan tutur kata saya salah. Itulah kita ini satu di Jakarta, satu di provinsi, satu di kabupaten kadang ada silang pendapat," kata Amon Djobo, melansir Pos Kupang.
"Tetapi saya juga harus meminta maaf pada tokoh nasional. Saya membanggakan ibu Risma saat jadi Walikota Surabaya dulu. Saat pesawat hilang ada satu warga saya yang meninggal," ucapnya menambahkan
Memaki dengan kata-kata kasar
dalam sebuah video yang beredar di grup media sosial, tampak Bupati Alor Amon Djobo memarahi staf Kemensos.
Video itu direkam di rumah jabatan Bupati Alor.
Para staf yang duduk berhadapan dengan Amon terdiam dan tak berkutik saat mendengarkan ucapan Bupati Alor.
Amon Djobo yang terlihat kesal sempat menyinggung Menteri Sosial Tri Rismaharini dan mengancam melaporkannya ke KPK.
"Menteri b*d*k begitu, masih lebih baik ibu Khofifah. Pantas model begitu itu korupsi, KPK tangkap lagi nanti saya suruh kasih tahu. Besok kamu pulang," ungkap Bupati Alor.
Tak hanya itu, Amon Djobo juga mengancam akan melempar kursi kepada para staf Kemensos.
Para staf juga diusir agar segera meninggalkan Kabupaten Alor.
Selepas memaki staf Kemensos, Amon berjalan meninggalkan mereka.
Baca juga: Petuah Ketum PDIP Megawati ke Mensos Risma, Banyak Makan Hati Selama Jadi Pembantu Jokowi
Kemarahan Amon Djobo diduga dipicu oleh Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia menumpahkan kekesalannya lantaran bantuan PKH diurus oleh DPRD Alor.
Dalam video berdurasi 3 menit 9 detik itu, Amon Djobo menyampaikan bahwa pihak Kemensos tidak menghargai Pemkab Alor.
Amon Djobo menyatakan, bakal mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai masalah PKH itu.
"Itu Menteri ngmong lurus aja, dia tidak mengerti, menteri b*d*k gitu, makanya mulut jangan cepat dari pikiran. Kau pikir kita di daerah ini b*d*k barang kali," kata Amon Djobo.
Ketika dikonfirmasi, Amon Djobo tak menampik bahwa pria di dalam video tersebut adalah dirinya.
Namun, Bupati Alor ini tak mengingat kapan kejadian itu berlangsung.
Ia mengklaim apa yang disampaikan dalam video adalah fakta di lapangan.
"Itu video betul saya marah. Saya tidak ingat persis kapan karena saya sibuk.
Saya marah karena bantuan PKH dikasih melalui DPRD.
Padahal, seharusnya Pemda yang bagi," ujar Amon saat dihubungi, Selasa (1/6/2021).
(*)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/bupati-alor-amon-djobo-02062021.jpg)