Jumat, 24 April 2026

MasterChef Indonesia

Perjalanan Putri Kontestan Termuda MasterChef Indonesia Season 8, Tereliminasi setelah Pressure Test

Peserta MasterChef Indonesia Season 8 asal Semarang, Putri Uti, harus mengakhiri perjalanannya di galeri sejak Minggu (20/6/2021).

Editor: -
Instagram/putri.mci8
Kontestan MasterChef Indonesia Season 8 asal Semarang, Putri Uti. 

“Hopefully nanti dia dapat kesempatan di black team, because she deserves another chance. Dari empat peserta yang sudah pulang, Putri paling layak masuk blackteam kelak,” kata netizen di Instagram.

“Berharap juga sih kamu comeback di Black team, soalnya kamu punya potensi yg besar. Semoga kamu banyak belajar,” tandas netizen lain.

Sebelumnya, Putri sempat bercerita tentang kisah perundungan di masa lalu.

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Putri Uti sering dirundung oleh teman laki-lakinya.

Meski sempat dibela oleh teman lain, namun kelakuan perundung itu tidak lantas diam. Dia bahkan semakin menjadi-jadi.

“Teman aku kayak diusilin gitu. Akhirnya, aku bilang ke guru. Bukannya berhenti, dia malah yang ngerundung aku. Dia jadi ngomongin aku,” katanya dikutip dari YouTube MasterChef Indonesia, Jumat 11 Juni 2021.

Kontestan MasterChef Indonesia Season 8, Putri Uti
Kontestan MasterChef Indonesia Season 8, Putri Uti (rctiplus)

Dia melanjutkan, karena perundungan itu, dia memilih untuk tidak sekolah sejak kelas 3 SD.

Tidak yakin apakah dia pindah sekolah atau keluar sekolah dan melanjutkan home schooling.

Namun, dipastikan Putri trauma atas perundungan tersebut. Dia menjadi pribadi yang intovert atau tertutup, memilih untuk tidak memiliki teman dekat.

"Sudah trauma ketemu orang kadang takut. Akhirnya suka masak aja," kata Putri.

Trauma di masa SD itu ternyata membuat Putri Uti menemukan passion.

Dia kerap menghabiskan waktu sehari-hari dengan memasak yang terinspirasi dari ibunya.

Selain memperhatikan cara ibu memasak, Putri juga mengisi kegiatannya dengan mengikuti les masak.

“Aku itu orangnya introvert banget sehabis dirundung di sekolahku. Jadi nutupin diri dan tidak mau berbicara kepada siapapun, kecuali keluargaku,” bebernya.

Hobinya itu terus dia kembangkan hingga dia bisa memiliki usaha jualan roti bersama sang bunda di usia 13 tahun.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved