Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Harmoko Meninggal Dunia, Rekam Jejak Menteri Kepercayaan Soeharto, Bermula dari Wartawan

Kabar duka, Harmoko meninggal dunia, rekam jejak eks Menteri Penerangan, orang kepercayaan Soeharto yang bermula dari wartawan.

Tayang:
YouTube / AP Archive
Mantan Menteri Penerangan, Harmoko. (YouTube / AP Archive) 

TRIBUNKALTARA.COM - Kabar duka, Harmoko meninggal dunia, rekam jejak eks Menteri Penerangan, orang kepercayaan Soeharto yang bermula dari wartawan.

Pejabat penting era Orde Baru, Harmoko dikabarkan meninggal dunia.

Bekas Menteri Penerangan era Presiden Soeharto itu meninggal dunia hari ini, Minggu (4/7/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltara.com, Harmoko meninggal dunia pada pukul 20.22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. 

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli pada jm 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah. Aamiin YRA," demikian pesan yang diterima TribunKaltara.com dari grup WhatsApp.

Rekam jejak Harmoko

Pria yang dikenal sebagai tokoh Golkar ini lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939.

Selain tokoh politik Golkar saat era Orde Baru, Harmoko merupakan pejabat mentereng di lingkaran Istana Soeharto.

Pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Orde Baru, Harmoko kemudian menajabat Ketua DPR/MPR RI di pengujung rezim Soeharto.

Harmoko dikenal sebagai sosok orang kepercayaan Soeharto.

Namanya juga disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang meminta Soeharto mundur dari jabatan presiden pada masa krisis moneter 1998.

Uniknya, karier Harmoko tak langsung masuk sebagai politikus.

Harmoko justru menapaki karier sebagai wartawan alias jurnalis.

Jejak pergulatannya di dunia wartawan selama 23 tahun mengantarkannya menjadi menteri penerangan zaman Presiden Soeharto.

Bukan hanya itu, Harmoko juga menjadi politikus dan Ketua MPR RI yang sekaligus meminta Soeharto mundur dari jabatan presiden karena desakan rakyat Indonesia kala krisis ekonomi moneter.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved