Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kurangi Penularan Kasus Covid-19, Walikota Khairul Larang ASN Pemkot Tarakan Keluar Daerah

Wali Kota Tarakan dr. Khairul mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/591/ORG tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
ASN dan non ASN di lingkungan Pemkot Tarakan wajib mematuhi SE yang dirilis Wali Kota Tarakan terkait larangan keluar daerah 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANWali Kota Tarakan dr Khairul mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/591/ORG tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan atau Cuti Bagi Pegawai ASN dan Non ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Surat edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan Kepres Nomor 11 Tahun 2020 tentan Penetapan Kedaruratan Kesmas Covid-19, Kepres Nomor 12 tentan Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional, SE Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19, dan SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Dibeberkan dr. Khairul, dalam SE tersebut, mengatur tentang pembatasan kegiatan bepergian yakni poin pertama seluruh ASN dan non ASN beserta keluarga dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar daerah selama hari libur nasional tahun 2021 dan hari-hari kerja lainnya pada hari Minggu pasca hari libur nasional.

Baca juga: Terjadi Kerumunan Warga Antre Vaksin Covid-19 di Nunukan, Stok Vaksin Tidak Cukup Terpaksa Dibatasi

Larangan bepergian keluar daerah bagi ASN dikecualikan kepada ASN dan non ASN yang melakukan perjalanan keluar dalam rangka perjalanan dinas dan memperoleh surat tugas dari pejabat tinggi minimal setara eselon II.

Kemudian pegawasi ASN dan non ASN yang terpaksa harus dirujuk, berobat, kedukaan keluarga ada yang meninggal dunia, melangsungkan pernikahan dengan melampirkan dokumen pendukung.

Baca juga: Masuk Pengetatan PPKM Mikro, Bupati Syarwani Larang Perjalanan Dinas Bagi PNS Pemkab Bulungan

“Dan harus ada izin tertulis dari Wali Kota Tarakan. Dan saat kembali wajib melakukan uji swab PCR sebelum kembali ke rumah keluarganya,” beber dr. Khairul, M.Kes.

Dalam SE tersebut juga diatur larangan mengajukan cuti mulai dari tanggal 1 Juli 2021 hingga 15 Juli 2021 mendatang. Dan dalam poin itu juga diungkapkan bahwa akan dilakukan evaluasi tiap dua pekan dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 secara nasional.

Pemerintah Indonesia lewat Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan SE larangan mudik 6-17 Mei agar bisa mencegah kembalinya pertambahan kasus Covid-19. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pemerintah Indonesia lewat Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan SE larangan mudik 6-17 Mei agar bisa mencegah kembalinya pertambahan kasus Covid-19. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Pemberian cuti diperbolehkan bagi ASN dan non ASN yang harus melahirkan, sakit, dan cuti karena alasan penting.

Selanjutnya edaran tersebut juga menjelaskan aturan kewajiban work from home (WFH) bagi ASN dan non ASN yang terpapar Covid-19. Artinya kata dr. Khairul mereka tetap bekerja dari rumah menyesuaikan jam kerja dan bukti kehadiran mengikuti ketentuan peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 12 Tahun 2021 Pasal 11 Ayat 2 hruuf C dengan bentuk laporan lampiran 1.

SE tersebut dikeluarkan Wali Kota Tarakan sejak 28 Juni 2021 lalu. Dan seluruh ASN serta non ASN di lingkungan Pemkot Tarakan wajib menaatinya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved