Selasa, 7 April 2026

Berita Nunukan Terkini

Curhat Motoris Perahu Kelotok Nunukan-Sebatik, Penumpang Sepi, Harga Solar Naik

Samsul (32), warga Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, mengaku pendapatannya berkurang akibat sepi penumpang dan harga solar naik.

TribunKaltara.com / Febrianus Felis
Dua penumpang penyeberangan menuju Sebatik tampak menggangkat motornya naik ke atas perahu kelotok di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Nunukan, Jumat (16/07/2021), siang. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Curhat motoris perahu kelotok, rute Nunukan-Sebatik, Kalimantan Utara, mengaku pendapatannya berkurang akibat sepi penumpang dan harga solar naik.

Samsul (32), warga Desa Mantikas, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, sudah setahun menggeluti pekerjaan sebagai seorang motoris perahu Resota Jaya.

Ia melayani penyeberangan penumpang pulang-pergi Nunukan-Sebatik, Kalimantan Utara.

Saat ditemui sedang menunggu penumpang di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Samsul mengaku hampir sebulan ini penumpang Nunukan-Sebatik maupun sebaliknya terbilang sepi.

"Biasanya bolak-balik dua sampai tiga kali, tapi hampir sebulan ini hanya sekali bolak-balik. Kalau normal saya bisa muat penumpang sekali berangkat ke Sebatik 18 orang, belum lagi motor. Sekarang ini kadang 9 orang. Pagi tadi 6 orang sama 4 motor saja," kata Samsul kepada TribunKaltara.com, Jumat (16/07/2021), pukul 12.00 Wita.

Diketahui, harga tiket Nunukan-Sebatik maupun sebaliknya sebesar Rp23 ribu per orang.

Sementara, jika penumpang membawa motor dikenakan biaya Rp35 ribu per motor.

Menurut bapak 3 anak itu, jarak tempuh Nunukan-Sebatik sekira 20 menit. Jenis bahan bakar minyak (BBM) solar yang dihabiskan yakni 3 liter per harinya.

Harga solar per liter, kata Samsul naik dari sebelumnya Rp7 ribu menjadi Rp8.500.

"Harga solar naik, ada yang jual satu liter Rp7.500. Ada juga yang Rp8.500," ucapnya.

Perahu kelotok sarana penyeberangan menuju Sebatik yang bersandar di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Nunukan, Jumat (16/07/2021), siang. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis)
Perahu kelotok sarana penyeberangan menuju Sebatik yang bersandar di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Nunukan, Jumat (16/07/2021), siang. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis) (TribunKaltara.com / Febrianus Felis)

Baca juga: Penumpang Sepi, Dua Speedboat Berangkat Pagi Tak Beroperasi, Berikut Jadwal Rute Nunukan-Tarakan

Samsul menuturkan, sebelum kasus Covid-19 di Nunukan meningkat, ia bisa mendapat Rp400 ribu per hari.

Tapi saat ini, hanya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari yang dia dapatkan.

"Sekarang dapat sehari Rp200 ribu saja sudah syukur. Itu masih kotor.

Bersihnya dapat Rp100 ribu saja per hari. Saya setor uang kepada orang yang punya perahu per minggu," ujarnya.

Samsul menduga, sepinya penumpang akibat meningkatnya pasien positif Covid-19 hingga puluhan kasus per harinya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved