Breaking News:

Idul Adha 2021

Pedagang di Pasar Inhutani Nunukan Beber Jenis Barang Kebutuhan Pokok yang Laku Jelang Idul Adha

Pedagang di Pasar Inhutani Nunukan beber jenis barang kebutuhan pokok yang laku jelang Idul Adha.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Ugishati menjajakan barang dagangannya di Pasar Inhutani Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (19/07/2021), siang. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jelang hari raya Idul Adha 21 Juli 2021, aktivitas pengunjung di Pasar Inhutani Nunukan terpantau ramai sejak pagi tadi, Senin (19/07/2021).

Seorang pedagang, sekaligus agen barang kebutuhan pokok (Bapok) di Pasar Inhutani Nunukan, Ugishati mengatakan, jenis barang yang ramai dibelanjakan warga jelang Idul Adha yakni wortel, jahe, aneka bawang, dan cabe.

Untuk harga Bapok tersebut kata Ugishati, bervarian. Namun, kali ini harga bawang merah terbilang naik dari sebelumnya Rp30 ribu per kilo, kini Rp35 ribu per kilo.

Baca juga: Menyambut Idul Adha 1442 H, Nanti Malam Waktu Mustajab untuk Berdoa, Berikut Bacaan Doa dan Artinya

Baca juga: Salat Idul Adha di Diperbolehkan di Masjid, Waikota Tarakan: Jangan Salaman Apalagi Cipika Cipiki

Baca juga: Kumpulan Ucapan Idul Adha 2021 Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris, Bisa Dipakai untuk Update Status

Selain itu, bawang putih juga mengalami kenaikan Rp2 ribu. Sebelumnya Rp26 ribu per kilo kini menjadi Rp28 ribu per kilo.

Kenaikan harga bawang merah dan putih di Pasar Inhutani Nunukan sudah terjadi 5 hari belakangan ini.

Untuk bawang bombai Rp18 ribu per kilo.

"Ada juga bawang merah yang murah, hanya Rp25 ribu per kilo. Tapi bawang merahnya dari Bantaeng. Harganya memang murah dari sana. Nah, kalau bawang yang harganya Rp35 ribu itu, memang bagus bawangnya. Paling harum lah. Jadi wajar, biar mahal orang tetap beli karena untuk Idul Adha," kata Ugishati kepada TribunKaltara.com, saat ditemui disela aktivitasnya memilah bawang merah pesanan konsumen, pukul 13.30 Wita.

Ugishati menuturkan, sampai siang tadi ia sudah mendapat pesanan bawang merah sebanyak 100 Kg dari para pengecer.

"Kalau ke pengecer atau penjual saya kasi harga Rp32 ribu per kilo. Nanti dijual ecer Rp35 ribu per kilo," tuturnya.

Sementara itu, harga Bapok lainnya seperti wortel yakni Rp18 ribu per kilo. Jahe Rp25 ribu per kilo.

Ugishati mengaku, dirinya menjual cabe yang dipasok dari Sulawesi dengan harga Rp55 ribu per kilo. Sehingga ia jual di pasaran Nunukan dengan harga Rp65 ribu per kilo.

Baca juga: Idul Adha 2021, Pemkab Tana Tidung Distribusikan 15 Ekor Hewan Kurban, Berikut Daftar Masjidnya

Baca juga: H-1 Idul Adha 1442 H, Ini Jadwal dan Tarif Speedboat Rute Tana Tidung-Tarakan Senin 19 Juli 2021

Baca juga: Jelang Idul Adha 1442 Hijriah atau Selasa 20 Juli 2021 Besok, Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Id

"Bulan lalu sempat Rp100 ribu per kilo. Karena Surabaya dan Jakarta lagi kosong cabe, jadi orang distribusi ke sana. Otomatis harganya naik. Kalau cabe lokal memang mahal Rp85 ribu per kilo," ucapnya.

Untuk harga telor ayam per piring Rp47 ribu. Tak hanya itu, ibu tiga anak itu juga menjual gula pasir Indonesia jenis Sari Wangi dengan harga Rp15 ribu.

"Dari Sulawesi harga gula itu Rp12.500. Belum ongkos kapal dan buruh. Jadi saya jual Rp15 ribu. Kalau gula Malaysia saya tidak jual lagi, kata orang mahal, Rp18 ribu. Kalau telor ayam kami jual kepada pedagang Rp45 ribu per piring. Nah, nanti mereka ecer dengan harga Rp48 ribu per piring," ungkapnya.

Penulis: Febrianus felis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved