Berita Bulungan Terkini

Perdagangan Sianida Ilegal di Sekatak masih Marak, Kapolres Bulungan Akui Keterbatasan Pengawasan

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan berhasil mengamankan tersangka N dalam kasus perdagangan zak kimia jenis sianida secara ilegal.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Sumarsono
TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, Wakapolres Bulungan Wiliam Sitorus dan Kasatreskrim Polres Bulungan Iptu Muhammad Khomaini saat memberikan keterangan pers terkait perdagangan sianida ilegal di Mapolres Bulungan, Rabu (18/8/2021) (TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan berhasil mengamankan tersangka N dalam kasus perdagangan zak kimia jenis sianida secara ilegal.

Sianida ini erat kaitannya dengan aktivitas pemurnian emas dari pertambangan ilegal di wilayah Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara.

Dari tangan tersangka N, polisi berhasil mengamankan setidaknya 27 drum berisi sianida dan 2 tong pengolahan pemurnian emas di lokasi berada di wilayah Kecamatan Sekatak, Bulungan.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona mengatakan, kondisi geografis wilayah Bulungan, khususnya terkait akses dari jalur laut sangat luas dan besar.

Baca juga: Satu Tersangka Sianida Ilegal Berhasil Ditangkap Polres Bulungan, Polisi Masih Kejar Pelaku Lain

Pihaknya mengaku tidak mampu melakukan pengawasan terkait praktik perdagangan ilegal seperti perdagangan sianida tersebut.

"Untuk pengawasan ini memang tidak cukup kepolisian saja," kata Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, Rabu (18/8/2021).

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, Wakapolres Bulungan Wiliam Sitorus dan Kasatreskrim Polres Bulungan Iptu Muhammad Khomaini saat memberikan keterangan pers terkait perdagangan sianida ilegal di Mapolres Bulungan, Rabu (18/8/2021) (TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi)
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, Wakapolres Bulungan Wiliam Sitorus dan Kasatreskrim Polres Bulungan Iptu Muhammad Khomaini saat memberikan keterangan pers terkait perdagangan sianida ilegal di Mapolres Bulungan, Rabu (18/8/2021) (TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi) (TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi)

"Karena kalau kita lihat jalur laut kita sangat luas sekali," tambahnya.

Ronaldo menyatakan akan bekerja sama dengan instansi lain, termasuk masyarakat terkait pengawasan distribusi bahan beracun berbahaya atau B3 seperti sianida.

"Kami akan kerja sama dengan stakeholder lain untuk pengawasan sianida yang ilegal, dan kita perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat, agar dapat mengungkap berbagai kasus pelanggaran hukum," tambahnya.

Baca juga: Polres Bulungan Amankan 27 Drum Sianida, AKBP Ronaldo Maradona tak Main-main dengan Tambang Ilegal

Potensi aktivitas ilegal dibekingi oleh aparat penegak hukum, lulusan Akpol 2003 itu belum dapat berkomentar banyak.

Dirinya mengaku masih akan mendalami fakta-fakta yang ada di dalam kasus tersebut.

"Apapun perkaranya harus diselidiki dulu, jadi kami kalau kerja tidak mau berandai-andai, apa faktanya itu yang akan kami dalami," terangnya.

Baca juga: AKBP Ronaldo Maradona ke Kaltara jadi Kapolres Bulungan, Rekam Jejak Mentereng Berantas Narkoba

Sementara itu Kasatreskrim Polres Bulungan Iptu Muhammad Khomaini mengatakan, pihaknya masih akan mencari salah seorang DPO dalam kasus perdagangan sianida ilegal.

Sehingga dari sana pihaknya dapat memastikan bagaimana bahan B3 seperti sianida dapat didistribusikan.

"Untuk pengawasan terhadap distribusi sianida ini, kita cari tahu DPO terlebih dahulu, dan kita juga akan dalami apakah ini menggunakan jalur laut atau darat," katanya.

Lebih lanjut pihaknya juga akan terus melakukan penyelidikan terhadap adanya keterlibatan masyarakat serta aparat desa setempat dalam aktivitas perdagangan sianida ilegal dan pemurnian emas di Sekatak.

"Kalau keterlibatan masyarakat masih kita dalami, keterlibatan desa juga kita dalami dulu," katanya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved