Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Tarif PCR RSUKT Rp 525 Ribu, Dirut Joko Beber Daftar Tunggu Banyak, Berasal dari Pelaku Perjalanan 

Dirut Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) membeberkan saat ini daftar tunggu pengujian sampel swab test PCR cukup banyak, dari pelaku perjalanan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
RSUKT di Jalan Hake Babu, Kelurahan Karang Harapan. 

TRIBUNKALTARA,COM, TARAKAN – Dirut Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) membeberkan saat ini daftar tunggu pengujian sampel swab test PCR cukup banyak.

Ia membeberkan cukup berat untuk bisa memenuhi permintaan Jokowi, hasil swab test harus keluar selama 1x24 jam.

Dikatakan Dirut RSUKT, dr. Joko Hariyanto membeberkan saat ini RSUKT Tarakan memiliki daftar tunggu rerata berasal dari pelaku perjalanan.

Baca juga: Ditargetkan Awal September 2021 Laboratorium PCR Malinau Siap Beroperasi, Saat Ini Masih Pengerjaan

“Ini berasal dari mereka yang swab mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut dibeberkan dr. Joko, untuk pelayanan pasien saat ini tetap akan berjalan. Penerapan tarif baru swab test PCR diberlakukan sejak Rabu lalu.

Baca juga: H-2 Perpanjangan PPKM, Total Kasus Konfirmasi Covid-19 Malinau 2.308, 301 Suspek Menunggu Tes PCR

Ia menambahkan, tarif Rp 525 ribu untuk sekali tes, ia berharap bisa segera cepat medapatkan alat baru.

Ia melanjutkan saat ini alat swab test PCR yang dimiliki RSUKT memiliki kapasitas yang cukup kecil. Dan tidak sebesar milik RSUD Tarakan Provinsi Kaltara dan Rumkital Ilyas Tarakan.

RSUKT di Jalan Hake Babu, Kelurahan Karang Harapan.
RSUKT di Jalan Hake Babu, Kelurahan Karang Harapan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Sehingga lanjutnya sehari hanya bisa hasilknya hingga 40 sampel. Dan ini juga digunakan prioritas untuk pasien Covid-19.

“Kemarin saat buka layanan, kalau sudah penuh kuota kami geser ke hari berikutnya,” jelasnya.

Baca juga: Resmi Diberlakukan, Dirut RSUKT dr Joko Hariyanto Beber Harga Baru Swab Test PCR Mandiri Rp 525 Ribu

Adapun persentasenya dari 40 sampel kuota per hari, 10-15 sampel untuk pasien dan sisanya untuk pelaku perjalanan.

“Untuk jatah pasien tidak bisa diganggu. Itu wajib kita pisahkan. Kemudian sisanya untuk pelaku perjalanan dan permintaan tracing mandiri dari pelaku perjalanan,” tegasnya.

Lanjutnya lagi, saat ini masyarakat juga mulai sadar pentingnya melakukan pemeriksaan swab PCR setiap kembali dari melakukan perjalanan keluar Kaltara.

“Mereka berinisiatif sendiri swab test PCR,” jelasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah
Caption: RSUKT di Jalan Hake Babu, Kelurahan Karang Harapan. FOTO: TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved