Senin, 4 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Peserta Didik Malinau Dianjurkan Bawa Bekal dari Rumah, PTM Terbatas Dievaluasi Per Pekan

Peserta didik di Kabupaten Malinau dianjurkan bawa bekal dari rumah, PTM Terbatas dievaluasi per pekan.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Hari ke dua PTM terbatas di sekolah wilayah 4 Kecamatan di sekitar ibu kota Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (8/9/2021). (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Peserta didik di Kabupaten Malinau dianjurkan bawa bekal dari rumah, PTM Terbatas dievaluasi per pekan.

Satuan pendidikan di kabupaten Malinau mulai menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas mulai kemarin, Selasa 7 September 2021.

Baca juga: September 2021 Laboratorium PCR Malinau Siap Uji Coba, Pembenahan Fisik Ditarget Selesai Pekan Depan

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau rencananya akan mengevaluasi pelaksanaan PTm terbatas di 4 wilayah kecamatan sekitar ibu kota kabupaten Malinau secara rutin.

Berdasarkan Inmendagri 41/2021, Kabupaten Malinau masih dikategorikan sebagai wilayah kriteria pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3. Berlaku sejak 7 September hingga 20 September 2021.

Kepala Satpol PP, Damkar dan Linmas Kabupaten Malinau, Kamran Daik menyampaikan tiap-tiap sekolah akan dievaluasi secara rutin. Bertujuan menilai layak tidaknya PTM terbatas dilanjutkan di masing-masing sekolah.

“Dari Satpol PP, nantinya PTM terbatas di sekolah wilayah 4 Kecamatan ini akan dievaluasi secara rutin. Bagaimana aktivitas peserta didik, kebersihan sekolah, ketersediaan sarana cuci tangan dan hal lain sesuai Prokes,” katanya, Rabu (8/9/2021).

Selain berkaitan dengan fasilitas sekolah, menurutnya hal lain yang perlu diperhatikan adalah aktivitas peserta didik seusai sekolah. Karena dinilai rawan, peserta didik diminta menyiapkan bekal dari rumah.

Baca juga: Kewenangan Penyidikan Hanya di Polsek Malinau Kota, Polda Kaltara: Kedepankan Restorative Justice

Sekolah diminta mengawasi peserta didiknya, utamanya pada di sela-sela jam pembelajaran atau sepulang sekolah. Kantin sekolah ditutup dan penjaja keliling sementara waktu tidak dibenarkan menjual di area sekolah.

“Terkait konsumsi, diwajibkan peserta didik membawa bekal atau makan dari rumah. Ini berkaitan dengan kesadaran masyarakat. Rencananya akan kita pantau sekali tiap minggu, bisa hari senin, tergantung shiftnya sekolah nanti,” katanya.

Orang tua peserta didik, Muliati menyampaikan kekhawatiran orang tua adalah saat seusai sekolah. Pada saat pulang, peserta didik rawan keluyuran, sehingga bersisiko terpapar virus corona.

Menurutnya hal terpenting saat ini adalah membiasakan peserta didik untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Tersisa 20 Persen Guru Belum Divaksin, Dinas Kesehatan Malinau Alokasikan Stok Vaksin Moderna

"Sebelumnya kan pernah tatap muka. Paling penting adalah kebiasaan, karena tidak ada yang bisa pastikan kapan ini selesai. Pendidikan, masa depan anak-anak juga jauh lebih penting," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved