Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Soal Aksi Unjuk Rasa Aliansi GMBB, Bupati Ibrahim Ali Tegaskan Pusat Pemerintahan Tetap Berproses

Soal aksi unjuk rasa aliansi Gerakan Masyarakat Bundaran Bersatu terkait penolakan pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Tana Tidung di Bundaran HU

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali usai monitoring vaksinasi pelajar di SMP Negeri Terpadung Unggulan 2 Tana Tidung, Senin (20/9/2021) kemarin 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Soal aksi unjuk rasa aliansi Gerakan Masyarakat Bundaran Bersatu terkait penolakan pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Tana Tidung di Bundaran Haji Undunsyah (HU), Bupati Ibrahim Ali tegaskan rencana pembangunan akan tetap berproses.

"Saya tidak mau berkomentar A dan B. Yang pasti hari ini, bahwa pusat pemerintahan itu tetap akan berproses, tetap berjalan," tegasnya, Selasa (21/9/2021)

Proses pembebasan lahan itu kata dia, akan melalui rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Kalimantan Utara.

Baca juga: Protes Pembangunan Pusat Pemerintahan di Bundaran HU, Peserta Aksi: Warga Seludau Mau Dikemanakan?

"Sekarang sedang berproses dengan PT Adindo," terangnya.

Dia menekankan, pemerintahannya tentu bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan berbicara tentang kepentingan pribadi.

Baca juga: Aksi Tolak Pembangunan Pusat Pemerintahan di Bundaran HU, DPRD Tana Tidung: Kami Hanya Fasilitator

"Kita lebih mendengarkan kepentingan orang banyak, kemaslahatan orang banyak dari pada untuk 2-3 orang saja," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus mengawal rencana pembangunan pusat pemerintahan di sekitaran Bundaran HU.

Bundaran HU berdiri tegak di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung
Bundaran HU berdiri tegak di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

"Jadi kita akan tetap berjuang. Apapun itu akan kita hadapi, walaupun harus melalui proses hukum," ujarnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, sebagai negara yang berdemokrasi, ia menghargai aspirasi yang disampaikan rakyatnya. Namun tentu dengan etika yang baik pula.

Baca juga: Aliansi GMBB Desak DPRD Tana Tidung, Tolak Rencana Pembangunan Pusat Pemerintahan di Bundaran HU

"Yang humanis dan tidak melanggar aturan dan undang-undang. Ketika melanggar undang-undang, tentu nanti prosesnya ke hukum," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved