Breaking News:

Berita Papua Terkini

Buntut Teror KKB Papua, Warga Distrik Kiwirok Ketakutan hingga Rela Jalan Kaki untuk Mengungsi

Berikut ini merupakan update situasi di Distrik Kiwirok pasca teror KKB Papua yang membakar sejumlah fasilitas umum.

Editor: Amiruddin
Istimewa via Tribun Papua
Kondisi salah satu bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua baru-baru ini. 

Aksi pembakaran dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kejadian bermula saat personel Pos Pamtas Yonif 403/WP melihat 9 orang KKB yang berjarak sekitar 300 meter dengan gelagat mencurigakan.

Melihat hal tersebut selanjutnya 1 regu Satgas Pamtas melakukan pengamatan dan pengintaian.

Pukul 08.45 WIT terjadi penyerangan oleh KKB dengan tembakan beberapa kali dari arah bawah Kantor Koramil Kiwirok dan Polsek Kiwirok.

Akibatnya, Prada Ansar anggota Pamtas Yonif 403/WP, menjadi korban saat terjadi kontak tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang kini dalam perawatan medis.

Namun yang bersangkutan dalam kondisi baik.

Sehingga personel TNI-Polri melakukan respon dan terjadi kontak tembak.

Pukul 09.30 WIT selanjutnya terjadi aksi pembakaran berturut-turut yang dilakukan oleh KKB pada Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, dan SD Inpres Kiwirok.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pihaknya langsung melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kejadian itu.

Lalu  berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca juga: LENGKAP! Identitas 4 Anggota TNI Gugur di Papua, 2 Tentara Luka Serius, Disergap KKB saat Dini Hari

KKB Bakar Alat Berat Milik BUMN

Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) Papua kembali berulah, dengan membakar alat berat.

Kali ini, alat berat yang dibakar milik BUMN PT Wijaya Karya ( Wika ), yang tengah mengerjakan proyek Jalan Trans Papua.

Pembakaran alat berat itu terjadi di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Rabu (8/9/2021).

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam pembakaran alat berat yang dilakukan oleh KKB Papua tersebut.

Akibatnya, pengerjaan proyek Jalan Trans Papua dihentikan sementara untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Sementara itu, sekira 70 pekerja di proyek Jalan Trans Papua kini terpaksa dievakuasi.

Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena Sepnat Kambu mengatakan para pekerja tersebut langsung dibawa ke tempat yang aman.

"70 pekerja di Kampung Mangabid, Pegunungan Bintang, telah dievakuasi ke tempat yang aman, ini untuk melindungi para pekerja," ujar Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena Sepnat Kambu, Sabtu (11/9/2021).

Sepnat membenarkan, perusahaan terpaksa menghentikan proses pengerjaan jalan Trans Papua yang menghubungkan Oksibil, Pegunungan Bintang, dengan Towe Hitam, Keerom.

"Jadi sudah dua pekerjaan Trans Papua yang kami hentikan karena faktor keamanan, yang di Yahukimo dan sekarang di Pegunungan Bintang," kata Sepnat.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan, aparat keamanan segera mengirim tambahan pasukan di daerah rawan agar proyek strategis nasional bisa kembali berjalan.

Baca juga: KKB Papua Berulah Lagi, 4 Prajurit TNI Gugur di Maybrat, Jenderal Kopassus Ini Marah Besar

Hanya saja, hal tersebut baru dilakukan setelah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021.

Pagelaran itu baru berakhir pada 15 Oktober 2021.

"Kami berharap setiap perusahaan di sejumlah kabupaten yang rawan gangguan keamanan untuk sementara menghentikan pembangunan Trans Papua. Hal ini demi keselamatan para pekerja," kata Fakhiri.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Warga Distrik Kiwirok Mengungsi Akibat Gangguan KKB Papua, https://papua.tribunnews.com/2021/09/24/warga-kiwirok-mengungsi-akibat-gangguan-kkb-papua?page=all
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved