Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Terima Info Konsulat RI Tawau, BP2MI Nunukan Beber Ada Deportasi Ratusan PMI Lagi Dalam Waktu Dekat

Terima informasi dari Konsulat RI Tawau, BP2MI Nunukan beber ada deportasi ratusan PMI lagi dalam waktu dekat.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Ilustrasi - Ratusan PMI dideportasi dari Malaysia melalui Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (21/10/2021), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Terima informasi dari Konsulat RI Tawau, BP2MI Nunukan beber ada deportasi ratusan PMI lagi dalam waktu dekat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nunukan, AKBP F Jaya Ginting, beber ratusan PMI bakal dideportasi lagi dalam waktu dekat.

Baca juga: Swab PCR 16 PMI Tinggal di Rusunawa Positif Covid-19, KKP Nunukan Langsung Rujuk ke Rumah Sakit

"Kegiatan penerimaan PMI akan terus berlanjut. Informasi dari Konsulat RI di Tawau, 354 PMI akan digeser dari Kota Kinabalu ke Tawau. Soal tanggal pastinya, kami masih menunggu informasi selanjutnya," kata F Jaya Ginting kepada TribunKaltara.com, Senin (25/10/2021), pukul 14.00 Wita.

Agar tidak menimbulkan kluster di Rusunawa (tempat penampungan), Ginting beberkan pihaknya akan memulangkan 193 PMI yang tiba belum lama ini, ke kampung halamannya masing-masing.

"Mudahan hari Rabu ini rampung semuanya. Karena 193 itu harus PCR lagi, kalau negatif kita berangkatkan. Kalau positif lanjut karantina atau isolasi selama 10 hari," ucapnya.

Ginting mengaku 16 PMI yang dinyatakan positif Covid-19 itu berdasarkan swab PCR pada Kamis (21/10).

"Sebenarnya dari 193 PMI itu, 14 diantaranya positif PCRnya. Kalau 2 orang lainnya merupakan seorang ibu dan anaknya asal Bulukumba yang kembali ke Indonesia secara ilegal melalui Krayan," ucapnya.

Baca juga: Jadwal Speedboat Kaltara Rute Nunukan-Tarakan Senin 25 Oktober 2021, Penumpang Diimbau Taati Prokes 

Lanjut Ginting,"Ada yang bertanya kenapa ada 21 orang yang dirujuk ke RSUD. Ternyata ada satu ibu yang lima anaknya. Anaknya itu PCRnya negatif tapi nda mau pisah sama ibunya. Kondisinya mereka Orang Tanpa Gejala (OTG), sehat aja termasuk lima anak itu," tambahnya.

Saat ditanyai mengenai efisiennya dua mesin PCR itu, Ginting jelaskan hasil swab 193 PMI saat itu keluar sembilan jam setelah pengambilan sampel.

"Satu putaran itukan 96 sampel, satu kali putaran selama tiga jam. Jadi ada sekira sembilan jam. Mulai masukan sampelnya, memilih nomor dan rekap lagi. Itu butuh waktu juga. Tidak semudah yang kita bayangkan," ujarnya.

Ginting menjelaskan hasil peninjauan dia di jalur keluar-masuk PMI atau WNI wilayah perbatasan RI-Malaysia di Krayan.

Baca juga: Jadwal Speedboat Kaltara Berangkat dari Tanjung Selor ke Tarakan Bunyu Nunukan, Senin 25 Oktober2021

"Untuk di wilayah Krayan hampir tidak ada pintu masuk ke Malaysia dari situ, yang ada hanya kedatangan. Ada empat pintu kedatangan, tapi dua diantara yang sering digunakan PMI atau WNI yakni Long Midang dan Long Budud," tuturnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved