Berita Tarakan Terkini

Omicron Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Minta Balitbangkes Periksa Sampel dari Kaltara

Virus Corona dengan varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia. Di Jakarta, setidaknya tiga orang telah terpapar Covid-19 dengan varian Omicron

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Virus Corona dengan varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia. Di Jakarta, setidaknya tiga orang telah terpapar Covid-19 dengan varian Omicron.

Pihak Satgas Covid-19 Kaltara pun telah melakukan deteksi dini varian Omicron, dengan pengiriman sampel hasil PCR positif Covid-19 dari pekerja migran Indonesia (PMI) di Nunukan ke Balitbangkes Kemenkes untuk diuji whole genome sequencing (WGS).

Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengaku, telah menyampaikan ke pihak Balitbangkes agar sampel dari Kaltara dapat segera ditindaklanjuti dalam uji WGS, agar hasilnya dapat segera diketahui.

Baca juga: Terungkap, Petugas Kebersihan Wisma Atlet Terpapar Omicron Diduga Tertular dari WNI Asal Nigeria

"Sampel baru masuk tanggal 16 kemarin, kami menyampaikan kembali ke Balitbangkaes untuk dibantu dipercepat," kata Agust Suwandy, Senin (20/12/2021).

"Karena kita inikan di daerah perbatasan, masalahnya di kita pemeriksaan WGS ini jauh ke Balitbangkes dan agak lama, jadi waktu menunggunya lama dan kita tidak bisa terima hasilnya cepat," terangnya.

"Untuk mengirim sampel ke sana yang dulu itu lebih dari dua minggu, kami harap yang ini semoga bisa lebih cepat," sambungnya.

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam.
Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. (Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow via Tribunnews)

Terkait penanganan pendeteksian Virus Corona varian Omicron, Agust mengatakan, kini para pelaku perjalanan dari luar negeri haruslah menjalani karantina selama 10 hari.

Saat awal tiba di tanah air, para pelaku perjalanan akan diambil sampel untuk tes swab PCR, lalu di akhir masa karantina para pelaku perjalanan juga akan diambil kembali sampel untuk swab PCR.

Bila hasil PCR pertama kali menunjukan positif Covid-19, maka pelaku perjalanan harus menjalani isolasi. Dan bila hasil PCR kedua kali menunjukan hasil positif Covid-19 maka harus menjalani masa waktu isolasi tambahan.

Baca juga: Bupati Nunukan Sebut Sisa 1 Persen Vaksinasi Capai Target, Minta Warga Waspada Varian Omicron

"Dari Balitbangkes sudah tetapkan SOP-nya, kalau perjalanan dari luar negeri, entry point harus ambil swab PCR," katanya.

"Lalu karantina dulu 10 hari, lalu saat exit point atau saat pemulangan harus diswab lagi," ujarnya.

"Kalau terdeteksi di awal harus langsung diisolasi, kalau terdeteksi di akhir harus jalani isolasi tambahan, tapi isolasi terpisah apalagi kalau itu ditemukan Omicron itu harus terpisah," tuturnya.

Terkait para PMI di Nunukan yang saat ini sampel swab PCR-nya dikirimkan ke Balitbangkes, Agust menerangkan, para PMI tersebut masih menjalani masa isolasi.

Namun, bila hasil PCR exit point menunjukan hasil negatif, para PMI ini dapat dipulangkan, kendati hasil dari uji WGS Balitbangkes belum selesai.

Baca juga: Lagi, 2 Pelaku Perjalanan Luar Negeri Positif Covid-19 Omicron, 3 Pasien Dikarantina di Wisma Atlet

"Mereka masih diisolasi, nanti saat exit point kita PCR lagi, kalau memang dia negatif itu bisa kita pulangkan, yang jelas pengiriman sampel itu untuk kewaspadaan Omicron," ujarnya.

"Tapi kalau dari analisa kami dari CT Value dan kondisi pasien itu kemungkinan penularan yang lama, jadi ini untuk kewaspadaan saja," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved