Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Harga Rumput Laut di Nunukan Merangkak Naik, Kini Capai Rp 30 Ribu Per Kg, Ekspor Terkendala Kapal

Harga rumput laut di Nunukan merangkak naik, kini harga capai Rp 30 ribu per Kg, ekspor terkendala kapal.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Aktivitas menjemur rumput laut di Jalan Lingkar Nunukan, belum lama ini. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Harga rumput laut di Nunukan merangkak naik, kini harga capai Rp 30 ribu per Kg, ekspor terkendala kapal.

Harga rumput laut di Nunukan terus merangkak naik sejak Desember 2021 lalu, kini capai Rp30 ribu per Kg di tingkat petani.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Nunukan Kamaruddin.

Baca juga: Nunukan PPKM Level 1, Bupati Asmin Laura Sebut Aktivitas Pelaku Usaha Kembali Menggeliat

"Harga rumput laut di tingkat petani naik jadi Rp30 ribu. Kalau harga di tingkat pengepul beda-beda, tergantung tingkat kekeringannya. Kisaran Rp25-Rp30 ribu," kata Kamaruddin kepada TribunKaltara.com, Jumat (14/01/2022), sore.

Menurutnya, harga Rp30 ribu itu sesuai standar ekspor nasional yang tingkat kekeringannya 37:38.

"Kalau sudah 37:38 tingkat kekeringannya, barang sudah bisa diekspor. Untuk produksinya biasa saja. Kadang kurang subur juga," ucapnya.

Naiknya harga rumput laut membuat makin bertambahnya petani. Bahkan sebulan, kata Kamaruddin fondasi rumput laut bertambah ratusan.

Sementara itu, harga di tingkat pabetang (pengikat rumput laut) masih bertahan di harga Rp10 ribu per tali.

"Tingkat Pabetang sebagian sudah ada kenaikan. Karena ada perjanjian dari ketua kelompok Pabetang. Sebenarnya tergantung kelompoknya nego sama petani. Kadang memang ada alasan dari petani, rumputnya kurang subur gitu," ujarnya .

Dia menyampaikan naiknya harga rumput laut di Nunukan, lantaran produksi di tempat lain menurun. Sehingga banyak buyer yang melirik rumput laut Nunukan.

"Kita di Nunukan produksinya berkesinambungan. Tidak ada kemarau panjang. Terus kadang di tempat lain, produksinya bulan ini naik, ke depannya menurun. Selain itu, buyer-buyer mengenal produksi rumput laut Nunukan banyak, sehingga mereka fokus ke sini," tuturnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jumat 14 Januari 2022, BMKG Nunukan: Prediksi Hujan pada Dini Hari di Wilayah Ini

Kamaruddin menyebut Desember 2021 lalu, produksi rumput laut ada sebanyak 3.000 sampai 4.000 ton per bulan.

Namun yang kerap kali membuat ekspor rumput laut berkurang lantaran di Nunukan belum ada kapal khusus memuat rumput laut ke luar daerah.

"Makanya kalau KM Thalia, KM Queen Soya, dan Tol Laut masuk dok, maka pedagang berusaha datangkan kapal kayu. Belakangan ini sering pakai kapal kayu. Sekarang dua antrean kapal kayu yang satu muat 6.000 ton dan satunya 3.000 ton," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved