Hari Valentine

Ternyata 5 Negara ini Menolak Tegas Perayaan Valentine, Termasuk Malaysia dan India, Ada Sanksi

14 Februari identik perayaan Valentine.Tak terkecuali Indonesia dan beberapa negara Barat lainnya.Namun ada juga negara yang melarang

Editor: Hajrah
TRIBUNKALTARA.COM/HAJRAH
Tanggal 14 Februari identik dengan perayaan Valentie tapi tidak semua negara melegalkan perayaan ini. Bahkan ada sanksi jika melanggar dan tetap menggelar perayaan Valentine. Seperti di Malaysia, Arab Saudi hingga India. TRIBUNKALTARA.COM/HAJRAH 

TRIBUNKALTARA.COM- Tanggal 14 Februari identik perayaan Valentine.

Tak terkecuali Indonesia dan beberapa negara Barat lainnya.

Meski kerap dijadikan momen untuk membangun suasana cinta dan upaya menunjukkan kasih sayang, namun ada beberapa negara dengan tegas melarang kegiatan Valentine dan ritual semacamnya .

Diantaranya ada Malaysia, India hingga Arab Saudi.

Kebiasaan orang Barat menunjukkan rasa kasih sayang di Hari Valentine bertentangan dengan sejumlah negara khususnya yang memegang teguh nilai-nilai agama.

Bahkan sejumlah negara menetapkan sanksi tegas bagi siapa saja yang ngotot merayakan.

Arab Saudi, negara yang paling keras menolak Valentine sebagai perayaan.

Hari Valentine bertentangan dengan gagasan Islam tentang kesopanan, meskipun begitu beberapa orang kadang diam-diam bertukar hadiah dan bunga Jika ketahuan, bisa menghadapi risiko bentrok dengan polisi agama negara tersebut.

Otoritas agama di Malaysia juga semakin tegas melarang perayaan Valentine.

Pihak otoritas Malaysia bahkan melakukan penangkapan massal pada pasangan yang dicurigai merayakan Hari Valentine. Pernah dalam satu insiden pada tahun 2011, pihak berwenang di Selangor dan Kuala Lumpur menargetkan pasangan-pasangan yang merayakan Valentine di hotel melati dan taman umum.

Baca juga: Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Alasannya

Hati, bunga, cokelat menjadi bagian yang terpisahkan dari perayaan Valentine.

Banyak orang di negara Barat memanfaatkan Hari Valentine untuk menunjukkan cinta dan sayang meraka kepada pasangan.

Dalam sebuah survei Ipsos yang melibatkan 28 negara di dunia, 55 persen koresponden menyebut mereka berencana menghabiskan Hari Valentine bersama pasangan mereka.

Namun, di beberapa tempat di belahan dunia, merayakan Hari Valentine - hari peringatan martir Kristen St. Valentine - dianggap tabu bahkan ilegal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved