Perang Rusia dan Ukraina
Buntut Invasi Rusia ke Ukraina, Ini Reaksi Kementerian Luar Negeri Indonesia hingga Soal Nasib WNI
Buntut invasi Rusia ke Ukraina, ini reaksi Kementerian Luar Negeri Indonesia hingga soal nasib wargab negara Indonesia atau WNI.
TRIBUNKALTARA.COM - Kabar terbaru soal perang Rusia dan Ukraina, buntut invasi Rusia ke Ukraina, ini reaksi Kementerian Luar Negeri Indonesia hingga soal nasib warga negara Indonesia atau WNI.
Perhatian masyarakat internasional kini tertuju pada invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.
Pasalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan instruksi memerintahkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022),
Vladimir Putin menyebut invasi Rusia ke Ukraina sebagai "operasi militer khusus".
Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengeluarkan 4 poin pernyataan.
Termasuk soal nasib warga negara Indonesia atau WNI.
Baca juga: Rusia - Ukraina di Ambang Perang, Agenda Liga Champions Ikut Terganggu, UEFA Siapkan Rencana Darurat
Pemerintah Indonesia mengeluarkan 4 poin pernyataan terkait kondisi darurat yang terjadi di Ukraina, yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.
Pertama, Indonesia prihatin dengan kondisi eskalasi konflik senjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat serta berdampak bagi perdamaian di kawasan.
Kedua, Indonesia menegaskan agar ditaatinya hukum internasional dan piagam PBB mengenai integritas teritorial wilayah suatu negara, serta mengecam setiap tindakan yang nyata-nyata merupakan pelanggaran wilayah teritorial dan kedaulatan suatu negara.
Ketiga, menegaskan kembali agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian damai.
Keempat, KBRI telah mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan WNI di Ukraina sesuai rencana kontijensi yang telah disiapkan.
Rusia Invasi ke Ukraina
Vladimir Putin telah memerintahkan invasi ke Ukraina, menyebutnya sebagai "operasi militer khusus", Daily Mail melaporkan Kamis (24/2/2022) pagi.
Putin mengatakan dia ingin 'demliterisasi', bukan menduduki negara itu.
Presiden Rusia itu meminta tentara Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan pulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/potret-invasi-rusia-ke-ukraina-24022022.jpg)