Berita Malinau Terkini
18 Tahun Pengabdian, Relawan Tagana Malinau Fokus Perkuat Program Mitigasi Bencana
Mitigasi sebagai upaya mengurangi kerugian akibat bencana menjadi fokus Relawan Taruna Siaga Bencana di Kabupaten Malinau.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Mitigasi sebagai upaya mengurangi kerugian akibat bencana menjadi fokus Relawan Taruna Siaga Bencana di Kabupaten Malinau.
Khususnya untuk dua kategori bencana paling rawan di Malinau yakni banjir dan kebakaran, Relawan Tagana merupakan salah satu barisan depan tanggap kebencanaan.
Saat ini, organisasi sosial tersebut tepat berusia 18 tahun pada 24 Mei 2022 lalu Keberhasilan kerja-kerja penanganan bencana di Malinau tak lepas dari komitmen relawan yang bekerja berbekal kepedulian sosial dan tanpa berharap imbalan.
Baca juga: Relawan Tanggap Bencana Dikerahkan, Banjir 2 Kecamatan di Wilayah Malinau Mulai Berangsur Surut
Ketua FK Tagana Malinau, Ferdian menerangkan saat ini, komposisi relawan Tagana berjumlah 35 orang tersebar di 6 wilayah kecamatan.
Jumlah SDM yang cukup terbatas diakui Ferdian menjadi tantangan penanganan bencana khususnya di wilayah pedalaman Malinau.
"Saat ini, jumlah relawan Tagana Malinau ada 35 orang. Tersebar di Kecamatana Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Mentarang, Malinai Selatan dan Malinau Selatan Hilir," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (26/3/2022).
Baca juga: Relawan Galang Dana Bagi Korban Kebakaran di Malinau Kota, Satu Hari Terkumpul Rp 12,5 Juta
Diakui Ferdian, persoalan SDM menjadi kendala karena kerja-kerja relawan merupakan pekerjaan sosial alias bekerja tanpa imbalan gaji.
Di sisi lain, tantangan penanganan bencana, selain prasarana yakni akses dan jangkauan 15 kecamatan di Kabupaten Malinau sebagai kabupaten terluas di Kaltara.
Tagana yang kini berusia 18 tahun diharapkan dapat bekerja meskipun dalam keadaan serba terbatas. Sebab, lanjut Ferdian, esensi Tagana adalah komitmen terhadap kerja sosial.
"Tagana Malinau akan berinovasi dan meningkatkan kemampuan skill personil dibidang Penanganan bencana dan melakukan sosialisasi pelatihan kewaspadaan mitigasi bencana berbasis sekolah yaitu TMS ( Tagana Masuk Sekolah).
Sudah kita laksanakan sejak 2021 serta Berbasis Masyarakat yaitu KSB (Kampung Siaga Bencana) Longsor," katanya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Begini Kondisi Terkini Banjir di Malinau, Camat Mentarang Hulu Waspada Hujan Susulan
Selain SDM, Tagana Malinau akan merumuskan sejumlah upaya mitigasi dan penanganan bencana meliputi penyaluran logistik, pemberdayaan relawan tingkat desa dan kecamatan serta respon cepat tanggap kebencaanaan.
Adapun komposisi keseluruhan Relawan Tagana Malinau tersebar di 6 kecamatan sebagai berikut:
- Kecamatan Malinau Kota 6 orang
- Kecamatan Malinau Utara 4 Orang
- Kecamatan Malinau Barat 6 Orang
- Kecamatan Mentarang 17 Orang
- Malinau Selatan Hilir 1 Orang
Baca juga: Banjir di Nunukan Berangsur Surut, Warga dan Relawan Bersihkan Rumah Ibadah dan Kantor Pemerintahan
-Malinau Selatan 2 Orang
Jumlah keseluruhan Relawan : 35 Orang
(*)
Penulis : Mohammad Supri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/relawan-tagana-26032022.jpg)