Senin, 27 April 2026

Simak Tips Agar Terhindar dari Kejahatan Skimming dan Percobaan Pembobolan Rekening Bank

Kasus kejahatan Bank dengan metode penyadapan atau skimming kembali marak.Baru-baru ini nasabah salah satu bank swasta diduga kehilangan uang

Editor: Hajrah
TRIBUN/HO
Ilustrasi Bank BNI. Kasus kejahatan Bank dengan metode penyadapan atau skimming kembali marak. Adapun yang patut diwaspadai dari modus operandi dari skimming adalah menduplikasi data kartu kredit atau debit yang ada di strip magnetik yang biasanya ada di belakang kartu dan berwarna hitam. Menurut situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id, skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phising. Phising adalah salah satu ancaman kejahatan yang dilakukan dengan mencuri data penting orang lain. 

TRIBUNKALTARA.COM- Kasus kejahatan Perbankan dengan metode penyadapan atau skimming kembali marak.

Baru-baru ini nasabah salah satu bank swasta diduga kehilangan uang hingga Rp 135 juta dari rekening pribadinya akibat skimming.

Adapun yang patut diwaspadai dari modus operandi dari skimming adalah menduplikasi data kartu kredit atau debit yang ada di strip magnetik yang biasanya ada di belakang kartu dan berwarna hitam.

Menurut situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id, skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phising.

Phising adalah salah satu ancaman kejahatan yang dilakukan dengan mencuri data penting orang lain.

Misalnya seperti mencuri nomor rekening, nomor kartu dan PIN ATM, dan data kartu kredit berupa nomor dan jenis kartu serta PIN.

Tak hanya di ATM, modus skimming ini juga bisa terjadi di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang biasanya terdapat di kasir-kasir minimarket atau restoran.

Terdapat dua metode untuk melakukan skimming di mesin EDC. Pertama dengan menyematkan alat skimmer khusus pada mesin EDC, dan kedua, dengan metode yang lebih sulit seperti wire tapping.

Wire tapping adalah metode menyadap saluran komunikasi data antara koneksi mesin EDC dengan mesin kasir yang menuju bank atau lembaga keuangan.

Untuk mencegah hal seperti ini terus terjadi, Bank di Indonesia sudah tidak menggunakan magnetic stripe dan kini nasabah sudah beralih menggunakan kartu ATM chip. Meski demikian, pengaman yang ekstra masih diperlukan.

Baca juga: Waspada! Ini Daftar Investasi Ilegal Robot Trading yang Dirilis OJK, Termasuk Fahrenheit

Simak langkah berikut ini untuk mencegah tindak kriminal pembobolan rekening Bank.

Tips Agar Terhindar dari Pembobolan Rekening

Berikut ini tips dari OJK, dikutip dari akun Twitter @ojkindonesia dan laman ojk.go.id.

1. Jangan mudah meminjamkan ponsel atau gadget lainnya.

2. Jangan mudah percaya informasi dari orang yang tidak dikenal.

3. Tidak memberikan data pribadi rahasia.

4. Perhatikan akses yang diminta oleh aplikasi yang anda gunakan.

5. Bacalah kebijakan privasi dari setiap aplikasi.

6. Hindari pemasangan aplikasi yang ilegal dan mencurigakan.

7. Jangan pernah mengirimkan informasi sensitif melalui e-mail.

Perlu diketahui bahwa suatu perusahaan tidak akan meminta informasi sensitif melalui e-mail atau sarana elektronis lainnya yang tidak aman.

8. Gunakan anti virus yang terkini. Jangan mengklik link apapun pada pesan (e-mail) yang terindikasi phishing.

9. Jika ada permintaan yang mencurigakan, segera konfirmasikan kepada pihak yang bertanggung jawab melalui call center resmi.

10. Jangan pernah memasukkan user ID dan password pada suatu halaman web yang terbuka otomatis (pop up) atau dari link.

Ketiklah alamat halaman web yang akan dibuka.

Baca juga: Waspasa Pinjol Ilegal, Ini 106 Aplikasi Pinjaman Online Legal yang Terdaftar OJK

11. Hati-hati mengunduh attachment e-mail karena dapat berisi virus/ malware yang dapat mencuri data sensitif.

12. Gunakan PIN atau password dalam bertransaksi dan jangan lupa untuk selalu memperbaharuinya secara berkala.

OJK juga menyebutkan ada juga modus yang digunakan untuk membuat akun palsu dan bertransaksi keuangan tanpa diketahui.

Si pelaku dalam mencuri data pribadi akan menggunakan dua cara, yang pertama, melaksanakan survei yang kemudian meminta data pribadi besarta foto diri & KTP.

Cara yang kedua adalah membujuk dengan memberi uang tunai jika agar mau memberikan foto diri dan KTP.

Baca juga: Belanja Online Sumbang Peningkatan Transaksi Digital, Bank Indonesia: Januari Tembus 4.314,3 Triliun

Tips Mencegah Skimming di Kartu Kredit: 

1. Simpan Bukti Transaksi Kartu Kredit

Kamu harus menyimpan bukti transaksi yang kamu lakukan dengan kartu kredit, baik itu secara online ataupun offline.

Cek setiap akhir minggu dan bulan transaksi kartu kredit yang sudah kamu lakukan.

Jika benar-benar sesuai baru buang bukti tersebut.

2. Segera Blokir Kartu Kredit/Debit yang Hilang

Jika kamu kehilangan kartu kredit/debit, segera hubungi pihak bank untuk melakukan pemblokiran.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari potensi dibajak oleh orang yang berniat jahat.

3. Aktifkan Layanan Notifikasi dari Bank via Ponsel

Agar kamu selalu bisa memantau transaksi kartu kredit, sebaiknya aktifkan layanan pemberitahuan transaksi dari bank penerbit kartu kredit via ponsel.

Layanan ini akan mengirim laporan dari Bank melalui SMS setiap ada transaksi menggunakan kartu kredit.

4. Waspada Saat Bertransaksi Online

Di era modern ini, gunakan layanan online shopping dari situs-situs e-commerce yang sudah terpercaya.

Pilih e-commerce yang menyediakan keamanan ekstra untuk pengguna kartu kredit, misal dengan fasilitas OTP agar belanja online lebih tenang.

5. Rahasiakan PIN Kartu ATM/Debit

Demi keamanan keuangan, sebaiknya rahasiakan PIN kartu ATM/Debit dari siapa pun.

Selain itu, kamu juga bisa mengubah PIN ATM secara berkala, setidaknya dua kali dalam setahun.

6. Gunakan Mesin ATM di Tempat Aman

Jika kamu ingin menarik uang tunai atau transaksi dengan ATM, sebaiknya pilih mesin ATM yang berlokasi di tempat aman, misalnya di bank cabang penerbit kartu tersebut yang biasanya ada petugas penjaga.

Cara ini dapat mengurangi risiko adanya skimming di tempat mesin ATM.

7. Periksa Lubang ATM Sebelum Memasukkan ATM

Sebelum kamu memasukkan kartu ATM ke dalam lubang kartu, kamu perlu memeriksanya terlebih dahulu.

Pastikan lubang ATM tertempel dengan rapat di mesin, caranya dengan menggoyangkan mesin ATM.

Biasanya pembajak meletakkan chip perekam hanya dengan isolasi atau lem, sehingga saat digoyang mudah lepas.

8. Tutupi Tombol Saat Memasukkan Kode PIN

Kamu harus selalu waspada dengan kamera tersembunyi yang dipasang pembajak untuk mengintai PIN kamu.

Pastikan kamu selalu menutup bagian tombol dengan tangan saat menekan PIN.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tips Agar Terhindar dari Pembobolan Rekening Bank dan Percobaan Skimming Kartu Kredit, https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/03/29/tips-agar-terhindar-dari-pembobolan-rekening-bank-dan-percobaan-skimming-kartu-kredit?page=all.
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved