Berita Tarakan Terkini

Angka Kasus Covid-19 di Tarakan Melandai, Wali Kota Prediksi Sejak Maret Sudah Masuk Herd Immunity

Angka kasus Covid-19 di Tarakan melandai, Wali Kota prediksi sejak Maret sudah masuk herd immunity.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
Kolase TribunKaltara.com
Ilustrasi - Vaksin dan virus corona Covid-19. (Kolase TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Angka kasus Covid-19 di Tarakan melandai, Wali Kota prediksi sejak Maret sudah masuk Herd Immunity.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Tarakan terus melandai.

Tercatat hingga 9 Mei 2022 kemarin, kasus konfirmasi positif yang dinyatakan aktif hanya 9 orang.

Baca juga: Update Kasus Ballpress di Tarakan, Giliran Istri Briptu Hasbudi Diperiksa Polisi

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes.
Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Kemudian tidak ada pertambahan kasus dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat sampai 9 Mei 2022 kemarin, konfirmasi positif sejak awal kasus bermula atau muncul di angka 16.916 orang.

Kemudian angka kesembuhan mencapai 16.534 orang.

Angka konfirmasi meningga dunia 373 orang dan yang probable 15 orang.

Saat ini suspek hanya berjumlah 6 orang dengan catatan kontak erat 9 orang.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengungkapkan jika melihat tren kasus dan angka rawat inap serta angka kematian Covid-19 baik lokal maupun nasional, sejak bulan Maret tahun 2022 saat ini sudah menuju Herd Immunity.

“Kelihatannya saat ini kita sedang menuju ke Herd Immunity. Tapi kita menunggu hasil dari survei yang dilakukan oleh Kemenkes RI,” urai Wali Kota Tarakan dr. Khairul,M.Kes.

Hasil survei itu sebagai data evidence base untuk membuktikan asumsi tersebut apakah sudah bisa Herd Immunity atau belum.

Ia berharap, hasil tersebut segera dirilis sehingga nantinya itu akan menjadi bahan pertimbangan Presiden RI untuk mencabut status Pandemi Covid-19.

Kembali ditanya mengenai adakah potensi kenaikan kasus pasca lebaran ini terlebih momen arus balik mudik 1443 Hijriah?

Khairul mengharapkan tak ada lagi penambahan kasus apalagi sampi muncul gelombang Covid-19.

Baca juga: Arus Balik Berakhir, Posko Pelayanan Terpadu di Tarakan Ditutup, Sarana Prasarana jadi Perhatian

“Jangan sampai. Mari kita berdoa bersama agar situasi bangsa dan negara ini dipulihkan segera,” ungkapnya.

Khairul melanjutkan, jika status pandemi sudah berubah menjadi endemi tentu akan berdampak yang sangat luas untuk pergerakan sosial.

“Juga untuk budaya, politik dan tentu saja ekonomi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved