Jumat, 10 April 2026

Berita Bulungan Terkini

Bupati Bulungan Syarwani Dukung Demplot Budidaya Kepiting Bakau di Desa Ardi Mulyo

Pihak Pemkab Bulungan berjanji akan mendukung pengembangan budidaya kepiting bakau di Desa Ardi Mulyo.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Lokasi budidaya kepiting bakau di area wisata Hutan Mangrove Ardi Mulyo, Minggu (12/6/2022). (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pihak Pemkab Bulungan berjanji akan mendukung pengembangan budidaya kepiting bakau di Desa Ardi Mulyo.

Bupati Bulungan, Syarwani, meminta Dinas Perikanan Bulungan untuk melakukan pendampingan terhadap budidaya kepiting bakau dengan metode demplot.

"Konsep demplot kita harapkan ada pengembangan dari sisi produksi, dan ini bisa kita usahakan dengan Dinas Perikanan," kata Syarwani, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Festival Pasar Lokal Ardi Mulyo, Pembayaran Gunakan Konsep Koin, Pengelola Sebut Tambah Keunikan

Tak hanya bernilai secara ekonomis, dengan adanya budidaya kepiting bakau di area Hutan Wisata Mangrove Ardi Mulyo maka akan menambah daya tarik wisata itu sendiri.

Di mana wisatawan nantinya bisa mendapatkan pengalaman mulai dari panen kepiting hingga menyantapnya sembari menikmati rindangnya pohon mangrove.

"Ini kan baru dibuat, kalau ini bisa dikembangkan lagi artinya ini kan bisa dijual," ujarnya.

"Artinya menarik orang untuk wisata, jadi orang bisa datang melihat budidaya kepiting dan bisa menikmatinya langsung," tambahnya.

Sementara itu, Kades Ardi Mulyo, Tri Mukadi, mengatakan pihaknya lewat BUMDes Ardi Mulyo mengaku masih dalam tahapan uji coba terkait demplot budidaya kepiting bakau.

Tri Mukadi berharap dengan adanya metode demplot maka kepiting bakau yang dihasilkan di Desa Ardi Mulyo juga mendapatkan nilai tambah.

"Ini kita baru mulai baru diuji coba baru belajar," kata Tri Mukadi.

"Satu demplot itu kemungkinan bisa sampai 100 kilogram, dan kita dorong supaya kita punya harga yang maksimal bisa sampai Rp 900 ribu per kilo," ujarnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved