Berita Tarakan Terkini

Agustus Ini, Dua Kali Kebakaran Lahan di Juata, Kepala BPBD Tarakan Imbau Warga Jangan Asal Bakar 

berdasarkan data BPBD Kota Tarakan Agustus tahun 2022, dalam laporan tercatat ada dua kali kebakaran lahan di daerah Juata.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kepala BPBD Kota Tarakan Yonsep mengimbau masyarakat jangan asal membakar lahan dan sampah di kondisi saat ini. 

TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN – Hingga Agustus 2022, tercatat laporan masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan dua kali terjadi kebakaran lahan.

Dengan kondisi Tarakan tak intens diguyur hujan, berpotensi terjadi kebakaran lahan.

Dikatakan Yonsep Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, BPBD sudah memiliki warning setiap karakter kebencanaan saat musim penghujan dan kemarau.

“Kalau hujan dampaknya banjir dan tanah longsor, kalau kemarau, angin dan kebakaran lahan,” urainya.
Di Tarakan sendiri tidak ada disebut hutan dan yang berpotensi besar adalah kebakaran lahan.

Baca juga: Marak Kebakaran Hutan dan Lahan, BPBD Bulungan Belum Tetapkan Status Siaga

“Ketika tidak hujan tiga minggu, itu sudah mudah sekali terpicu terjadinya kebakaran,” urainya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam hal membuka lahan untuk pertanian khusunya untuk perkebunan.

“Kami imbau jangan membakar adalah bagian betul-betul harus terjaga, bencana urusan bersama. Sebelum menjadi bencana, mari sama-sama menjaga lahan kita yang kering,: urainya.

Baca juga: Kurang Lebih 8 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar di Desa Pindadak , BPBD Bulungan Lakukan Pemadaman 

Kemudian lanjutnya, sekalipun membakar harus membuat jarak dengan lahan lain yang mudah terbakar.

“Misalnya yang mau dibakar, dikumpulkan dan harus dijaga. Karena kalau sudah kering, maka angin itu akan membawa bekas api merembet ke tempat lain. Kami imbau masyarakat tetap mengikuti imbauan ini karena keterbatasan kami,” urainya.

Masyarakat harus berpartisipasi menjaga kondisi Kota Tarakan yang saat ini memasuki kondisi curah hujan sangat rendah atau orang mengenal musim kemarau meski di Tarakan tidak memiliki musim kemarau dan penghujan seperti disampaikan oleh BMKG.

Ilustrasi petugas Pemadam Kebakaran berupaya melakukan pemadam terhadap lahan yang terbakar.
Ilustrasi petugas Pemadam Kebakaran berupaya melakukan pemadam terhadap lahan yang terbakar. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

Ia melanjutkan, terbaru data kebakaran lahan per Jumat kemarin ada dua titik. Pertama kebakaran lahan berlokasi di Juata Permai dan titik lainnya di Juata Laut.

“Itu cukup luas lahan terbakar. Penyebabnya tidak kita ketahui. Kalau di Juata Laut informasinya membakar. Dan dikira sudah selesai ternyata pindah ditiup angin,” urainya.

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Mengancam, Pemkab Bulungan Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Karhutla

Diharapkan masyarakat yang terpaksa membakar, minimal lebih dari satu orang dan mengawasi. Kemudian menyiapkan semprotan dan tangka berisi air mengantisipasi kebakaran dan tidak cepat melebar kebakarannya.

“Biasanya masyarakat kalau kemarau, membakar, karena pemahamannya saat itu sangat mudah mengerjakan kebunnya,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved