Kamis, 7 Mei 2026

Liga Italia

Diorbitkan Jose Mourinho, Eks AS Roma dan Inter Milan Davide Santon Umumkan Pensiun Dini

Pemain yang pernah diorbitkan Jose Mourinho di Inter Milan, Davide Santon memutuskan pensiun dini, eks AS Roma itu mementingkan kondisi kesehatannya.

Tayang:
Instagram / @dsanton21
Pemain yang pernah diorbitkan Jose Mourinho di Inter Milan, Davide Santon memutuskan pensiun dini, eks AS Roma itu mementingkan kondisi kesehatannya. (Instagram / @dsanton21) 

TRIBUNKALTARA.COM - Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan, Davide Santon mengumumkan gantung sepatu atau pensiun sebagai pemain sepak bola.

Pemain yang diorbitkan Jose Mourinho ketika masih remaja ini memutuskan gantung sepatu saat usianya masih menginjak 31 tahun.

Sebelum pensiun, Davide Santon sempat tergabung dalam skuad AS Roma, tetapi kontraknya berakhir pada Juli 2022 lalu.

Tak lama setelah menganggur, pemain jebolan akademi Inter Milan ini memilih gantung sepatu karena kondisi kesehatan.

Dilansir dari laporan Calciomercato.com pada Jumat (9/9/2022) Davide Santon terpaksa berhenti sebagai pesepakbola karena kondisi fisiknya.

Baca juga: Pelatih Inter Milan Aman dari Pemecatan Meski Takluk dari Bayern, Inzaghi dapat Kepercayaan Penuh

Dalam sesi wawancara bersama TWB, pemain didikan Jose Mourinho itu mengaku fisiknya tidak memungkinkan untuk bermain mengingat banyaknya riwayat cedera yang dideritanya selama merumput di lapangan.

"Bukan karena tidak mendapat tawaran, bukan karena hal lain tetapi karena tubuh saya dengan begitu banyak cedera di masa lalu," ujar Davide Santon.

"Saya tidak tahan lagi, saya terpaksa melakukannya, mau tidak mau tetapi saya harus," lanjut pemegang 8 caps di Timnas Italia senior ini.

Pemain berkebangsaan Italia itu mengaku menjalani serangkaian medicaL check up pasca didepak dari AS Roma.

Davide Santon eks AS Roma umumkan pensiun
Mantan pemain AS Roma, Davide Santon umumkan gantung sepatu di usia 31 tahun.

Baca juga: Rapor Merah AS Roma usai Kalah dari Ludogorets di Liga Europa, Anak Asuh Jose Mourinho Disorot

Hasilnya, dia berisiko menjalani prostesis atau prosedur penggantian bagian tubuh tertentu akibat riwayat cedera yang dialaminya.

"Pada tahun saya dikeluarkan dari skuad, saya menjalani pemeriksaan satu demi satu tetapi tidak ada yang bisa dilakukan,"

"Satu-satunya hal adalah mengambil risiko memiliki prostesis. Saya masih bisa berjalan dengan kaki normal tetapi untuk melakukan profesional, pemain perlu sesuatu yang lain," jelasnya.

Diketahui, Davide Santon menyadari lututnya mulai rapuh akibat metode pengobatan pasca cedera yang dijalani berulang kali.

"Lutut kiri saya dioperasi, ini mencegah saya dari banyak hal dan kemudian lutut kanan saya telah dioperasi sebanyak tiga kali,"

Dia melanjutkan, prosedur operasi yang dijalaninya selama beberapa kali membuat lututnya kini bermasalah, bahkan terdapat pembengkakan di area tersebut.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved