Berita Nunukan Terkini

9.919 KPM di Nunukan Mendapat BLT Bahan Bakar Minyak, Dinas Sosial: Hanya yang Masuk Dalam DTKS

9.919 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM di Nunukan Mendapat Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak, Dinas Sosial: Hanya yang Masuk Dalam DTKS.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Keluarga penerima manfaat antre mengambil BLT BBM subsidi di Kantor POS Nunukan, Minggu (11/09/2022), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sebanyak 9.919 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Faridah Aryani mengatakan data masyarakat penerima BLT BBM subsidi tersebut khusus untuk warga yang namanya tercatat di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial).

"Jadi yang berhak menerima BLT BBM itu hanya yang masuk dalam DTKS. Warga yang terdata dalam DTKS itu ada yang sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan ada juga yang sebagai penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)," kata Faridah Aryani kepada TribunKaltara.com, Senin (12/09/2022), pukul 15.00 Wita.

Faridah menyebut nominal BLT BBM subsidi yang akan diterima sebesar Rp600.000 per KPM. Penyalurannya akan disalurkan dalam dua tahap selama 4 bulan.

Baca juga: TNI AL dan Ditresnarkoba Polda Kaltara Tangkap Tangan Kurir Sabu 50 Gram di Nunukan, 1 Pelaku Kabur

"Tahap pertama disalurkan mulai kemarin 11 September di Kantor Pos. Sementara untuk tahap dua dijadwalkan awal Desember tahun ini. Penyalurannya juga diatur per kelurahan atau desa," ucapnya.

Lebih lanjut Faridah jelaskan, dalam satu bulan per KPM akan menerima BPNT sebesar Rp150.000, yang mana sekali pencairannya untuk dua bulan.

Pencairan BPNT tersebut bersamaan dengan BLT BBM subsidi tahap pertama sebesar Rp200.000 per KPM.

"Pencairan tahap pertama ini selain BPNT yang diterima Rp300.000, juga BLT BBM subsidi Rp200.000. Sehingga total yang mereka terima di Kantor Pos mulai kemarin itu sebesar Rp500.000 per KPM," ujar Faridah.

Lanjut Faridah,"Tapi belum bisa dipastikan apakah pencairan tahap dua nanti akan bersamaan atau tidak," tambahnya.

Bantuan Masyarakat Terdampak Inflasi

Selain BLT BBM subsidi, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak inflasi.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial, Dinsos Nunukan, Marlia menuturkan untuk bantuan terdampak inflasi, Dinsos berpedoman pada data warga terdampak pandemi Covid-19 tahun 2021.

"Sesuai data ada 3.202 orang tapi yang masuk estimasi bagian keuangan hanya 3.000 orang. Karena ada yang sudah pindah domisili ke luar Nunukan. Ada juga yang sudah meninggal dunia," tutur Marlia.

Marlia beberkan mengenai nominal bantuan yang akan diterima belum disepakati bersama bagian keuangan Pemerintah Daerah.

Baca juga: HUT ke-77 TNI AL, Pesan Danlanal Nunukan bagi Prajurit Tugas di Perbatasan RI-Malaysia

"Awalnya bagian keuangan prediksinya per orang mendapat Rp300.000 selama 3 bulan. Tapi setelah kami sandingkan bantuan dari pusat hanya Rp150.000. Kenapa bantuan kita lebih besar dari pusat. Jadi belum difinalkan," ungkapnya.

Bantuan bagi masyarakat terdampak inflasi tersebut akan disalurkan di 8 kelurahan. Diantaranya Nunukan Timur, Nunukan Tengah, Nunukan Barat, Nunukan Utara, Nunukan Selatan, Selisun, Mansapa, dan Tanjung Harapan.

"Kami masih tunggu data dari kelurahan untuk verifikasi. Apakah betul nama yang bersangkutan ada di Nunukan atau masih hidup. Yang jelas estimasi penerimaan hanya 3.000 orang. Boleh kurang dari itu tapi tidak boleh nambah," imbuh Marlia.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved