Berita Nunukan Terkini

Penginputan 4.228 Tenaga Honorer Nunukan Terkendala Internet, BKPSDM Minta BKN Perpanjang Waktu

Penginputan 4.228 tenaga honorer Pemkab Nunukan terkendala jaringan internet, BKPSDM minta BKN beri perpanjangan waktu: Mereka yang verifikasi mandiri

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Pegawai BKPSDM Nunukan sedang melakukan penginputan data honorer ke server BKN, Rabu (28/09/2022), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Penginputan data non ASN ( Aparatur Sipil Negara) atau biasa disebut tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terkendala jaringan internet.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan akhirnya meminta perpanjangan waktu penginputan data tenaga honorer kepada BKN.

Sesuai jadwal dari BKN, paling lambat 30 September 2022 proses pendataan tenaga honorer harus sudah selesai.

Kemudian pada 31 Oktober lanjut ke tahap finalisasi artinya semua data honorer yang dikirim sudah terverifikasi sehingga dapat dipublikasikan kepada semua OPD ( Organisasi Perangkat Daerah).

Baca juga: Polres Nunukan Ungkap Penjualan Tabung Gas LPG Subsidi tak Sesuai HET, Ini Kronologinya

"Kerja kami ini ganda. Mempan RB punya format sendiri begitupun BKN. Jadi kami input dulu data dengan format Menpan RB, baru ke format BKN. Setelah kirim ke format BKN lalu kami kirim lagi ke server BKN. Saat ini jaringan internet kurang baik," kata Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian (PPIK), BKPSDM Nunukan, Wardah kepada TribunKaltara.com, Rabu (28/09/2022), sore.

Wardah menyebut data honorer Pemkab Nunukan yang masuk ke BKPSDM sebanyak 4.228 orang. Dari data tersebut baru sekira 2.000-an (data sambil berjalan) yang datanya sudah dikirim ke server BKN.

Sementara itu, jumlah honorer yang sudah melakukan resume sebanyak 984 orang.

Kemudian jumlah honorer yang sudah melakukan verifikasi mandiri sekira 500-600 orang.

"Mereka yang verifikasi mandiri, dianggap aman karena sudah terdaftar dan terverifikasi. Ada yang sudah terdata tapi belum terverifikasi. Kami sudah usulkan perpanjangan waktu penginputan ke BKN. Agar semua data honorer bisa diakomodir," ucap Wardah.

Wardah juga beberkan jumlah tenaga honorer berdasarkan data dari masing-masing OPD di Kabupaten Nunukan ada sebanyak 5.833 orang.

"Kenapa hanya 4.228 data yang diserahkan kepada kami, karena untuk pendataan honorer ini,ada syaratnya. Beberapa honorer sudah ditolak sistem, usianya tidak sesuai aturan yang minimal 20 tahun dan maksimal 56 tahun," ujarnya.

Lanjut Wardah, bahkan beberapa honorer yang SK pengangkatannya lebih dari 31 Desember 2021 tetap bersikeras mengumpulkan data ke BKPSDM.

"Batas SK pengangkatan maksimal tanggal 31 Desember 2021 dan minimal masa kerja 1 tahun," tuturnya.

Wacana Honorer tak Jadi Dihapus

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved