Berita Tarakan Terkini
Pembangunan MCC di Pantai Amal Jadi Pro dan Kontra, DPRD Tarakan Temui Menhan, Berikut Hasilnya
Yulius Dinandus mengungkapkan, DPRD ke Kemenhan fokus bukan secara umum tentang proses sengketa lahan antara warga dan angkatan laut melainkan MCC.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Belum lama ini, DPRD Tarakan melalui Wakil Ketua II DPRD Tarakan Yulius Dinandus bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) di Jakarta.
Pertemuan ini menindaklanjuti penolakan dari warga di Kelurahan Pantai Amal terkait adanya pembangunan Maritime Commad Center (MCC) di Bumi Perkemahan Binalatoeng yang masih berstatus sengketa antara sejumlah warga di Kelurahan Pantai Amal dan pihak TNI AL.
Yulius Dinandus mengungkapkan, pihak DPRD ke Kemenhan berfokus bukan secara umum tentang proses sengketa lahan antara warga dan angkatan laut melainkan objeknya untuk pembangunan MCC yang merupakan program pertahanan negara lewat kementerian pertahanan.
Baca juga: Klarifikasi Danlantamal XIII Soal Pembangunan MCC di Kelurahan Pantai Amal: Itu Aset Militer TNI AL
“Kenapa kami ke sana, karena titik yang ditunjukkan oleh pihak angkatan laut untuk mau dibangun ternyata ada komplain dari masyarakat. Sebelumnya kami sudah fasilitasi untuk mediasi atas permintaan AL tetapi tidak juga menemui jalan yang mulus,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan Yulius Dinandus, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, akhirnya DPRD Tarakan melakukan koordinasi dengan walikota untuk memohon ke Kemenhan dengan tujuan, jika masih memungkinkan agar pembangunan MCC pindah titik lokasi.
Kemudian lanjutnya, oleh Pemerintah Kota Tarakan sudah menunjukkan satu titik yang tadi siang (kemarin) disurvei.
Baca juga: Klarifikasi Danlantamal XIII Soal Pembangunan MCC di Kelurahan Pantai Amal: Itu Aset Militer TNI AL
“Lokasinya itu tanah yang sudah kami bebaskan untuk persiapan lapangan golf. Itu titik yang ditunjukkan oleh Pak Wali Kota Tarakan,” papar Yulius Dinandus.
Lebih lanjut dijelaskan Yulius, untuk titik lokasi yang ditunjuk oleh Wali Kota Tarakan sudah disampaikan ke bagian Badan Sarana Pertahanan (baranahan) Kemenhan dan mereka sangat setuju untuk pindah.
“Bahkan bagian dari Baranahan sangat mengapresiasi pemerintah kota Tarakan yang mau fasilitasi dan mau memberikan tanah untuk tempat pembangunan MCC. Karena itu sangat dibutuhkan saat ini,” kata Yulius.
Usai bertemu Menhan kata Yulius, bagian Baranahan Kemenhan sudah memindahkan titik pembangunan MCC. Lalu, karena sudah ada lokasi baru, maka sebaiknya warga meninggalkan titik sebelumnya untuk kembali menjalankan aktivitas.
“Dalam bagian ini pihak pemerintah sudah survei lapangan dan sudah ada perwakilan apakah itu dari AL atau Kemenhan yang turun ke lapangan dan mudah-mudahan mereka menentukan titik kesepahaman,” urai Yulius Dinandus.
Baca juga: Komando Pasukan Katak atau Kopaska Turun Tangan Cari Pesawat Latih TNI AL, Jatuh di Selat Madura
Ia menambahkan, itu dilakukan karena memang selama ini menjadi persoalan adalah jalur jalan untuk ke titik baru. Yulius menambahkan, Kemenhan akan me-review desain perencanaan pembangunan MCC dengan memasukkan anggaran pembuatan jalan.
“Mereka tanyakan beberapa panjang jalan yang mereka harus buat. Nah, kalau titik yang tadi kita lihat, jika dari Bumi Perkemahan kurang lebih 300 meter tapi itu jurang, sungai kemudian ada gunung sehingga biaya sangat besar,”urainya.
Namun lanjutnya, selain jalur di Bumi Perkemahan, ada jalur lain yang dapat digunakan untuk sampai ke titik tersebut yakni dari Pantai Amal. Jika menggunakan jalur dari Pantai Amal kurang lebih 600 meter.
Perlu diketahui lanjut Yulius, sudah ada jalan masyarakat sekitar 300 meter dan lebih lurus, jadi pembiayaan lebih kurang.
Baca juga: TNI AL dan Ditresnarkoba Polda Kaltara Tangkap Tangan Kurir Sabu 50 Gram di Nunukan, 1 Pelaku Kabur
“Tapi toh untuk menentukan jalan yang masuk itu silakan saja dari pihak yang membangun MCC dengan pemerintah untuk berkoordinasi. Jadi itu tiga kesimpulan yang kita sudah coba dapatkan dan saya kira mengenai kami lembaga DPRD tentang fasilitasi masyarakat, Angkatan Laut dan Menhan sudah selesai. Menurut saya untuk sementara sudah selesai tentang objeknya adalah MCC. Kami sudah serahkan penuh kepada pemerintah dan pihak kemenhan untuk menuntaskan itu,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Yulius-Dinandus-Wakil-Ketua-II-DPRD-Kota-Tarakan-07102022.jpg)