Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Awalnya Pelaku tak Tahu yang Dititip Sabu, Ngaku Tetap Nekat Mau Kirim ke Malinau Karena Butuh Uang

Satu pelaku terduga kurir ngaku awalnya tak tahu paketan yang dititip adalah sabu-sabu, ngaku tetap nekat aau kirim ke Malinau karena butuh duit.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
ANA yang masih berusia 18 tahun (kiri) dan TR yang masih berusia 20 tahun saat menceritakan kronologis menerima narkotika jenis sabu-sabu dari MR.  

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Satu perempuan di antara tiga pelaku terduga menjadi kurir sabu 981,43 gram yang diamankan Senin (24/10/2022) lalu mengaku tak tahu isi titipan paket yang diperintahkan untuk dikirim ke Malinau adalah sabu-sabu.

Ini disampaikan ANA (18), pelaku kedua yang ditemukan setelah TR (20). ANA diamankan di salah satu parkiran THM di wilayah Gunung Selatan dan dibawa ke kediamannya di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan usai dibekuk.

ANA mengakui, pada awalnya ia tidak mengetahui isi paketan yang dititipkan adalah sabu-sabu.

“Saya tahunya saat barang ini kececer. Jadi MR yang mengantar ke saya. Saya tidak kenal MR,” ujarnya.

Baca juga: Tujuan Pengiriman ke Malinau, Penyelundupan Sabu Hampir Satu Kg Asal Malaysia Dicegah Polres Tarakan

Untuk diketahui, MR adalah pelaku ketiga yang diamankan usai dirinya bersama TR diamankan sebelumnya di pukul 02.00 WITA dan pukul 03.00 WITA, Senin (24/10/2022).

ANA menceritakan, sebelum barang tersebut diberikan ke dirinya, ia sudah terlebih dahulu dihubungi seseorang melalui handphone. Ia mengaku tidak ada feeling akan dititipi sabu-sabu.“Nanti ada orang antar sama kamu itu barang. Yang hubungi say aini untuk menyuruh saya antar ke Malinau saya tidak tahu orangnya. Awalnya saya tidak tahu apa-apa kalau ini sabu. Saya tahu waktu sudah masuk ke kosan ini barang saya lempar, lalu tercecer dan rupanya sudah tumpah di dalam,” beber ANA.

Karena dilempar di kasur dan tercecer, ia juga kaget akhirnya baru sadar itu adalah sabu-sabu. “Saya kasih tahu coba lihat ini kayaknya lumayan banyak tumpahnya. Pas kami buka, sudah bocor, dan tumpahan itulah yang diambil,” ungkapnya.

Namun ANA dan TR tak bisa menjawab dalam rilis pers saat Kapolres bertanya apa alasan membawa tumpahan sabu tersebut dan akan dibawa tujuan ke mana menggunakan mobil kepada TR (20). Karena pukul 03.00 WITA sebelumnya, TR yang pertama kali diamankan kedapatan menyimpan sabu di dalam kotak handphone dalam mobil Toyota Agya berwarna putih.

Ia lebih lanjut mengatakan, MR mengantar barang tersebut di depan kosannya di Kelurahan Kampung Enam di depan gang. Seharusnya pada Selasa (25/10/2022), barang haram itu sudah dibawa ke Malinau.

“Rencananya besoknya dibawa ke Malinau. Orang yang dituju untuk diberikan barangnya saya tidak tahu. Katanya nanti ada yang jemput barangnya. Ketemu di sana. Saya sudah dikirimin uang Rp 2 juta,” bebernya.

Baca juga: Kawasan Eks Kebakaran Pasar Sebengkok Tarakan Mulai Dibangun, Diperkirakan Telan Anggaran Rp 9 M

Ia mengakui di Tarakan tinggal bersaam rekannya, ia sendiri berdomisili di Malinau sesuai yang tertera di KTP.

“Saya tidak bekerja. Saya awalnya tidak berpikir yang mau dititip sabu karena di situ posisi lagi butuh duit. Di situ dia langsung hubungi saya dengan percakapan itu, saya kirim nomor rekening saya terima dan barangnya diantar ke saya,” ujarnya.

Yang menelpon dirinya lanjutnya kontak baru dan tidak dikenali. Ciri-cirinya bersuara pria. “Tidak tahu siapa saya tidak kenal,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved