Berita Nunukan Terkini

Torang Semua Basudara Jadi Tema HUT ke-30 KKSU Nunukan, Abdullah: Semoga Tetap Kompak di Perantauan

Torang Semua Basudara jadi tema HUT ke-30 Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara atau KKSU Nunukan, Abdullah: Semoga tetap kompak di perantauan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Warga Sulawesi Utara di Nunukan riang gembira mengikuti berbagai lomba dalam peringatan HUT ke-30 KKSU Kabupaten Nunukan di tempat wisata SAE Lanuka, Sabtu (12/11/2022), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Torang Semua Basudara jadi tema HUT ke-30 Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU) Kabupaten Nunukan.

Euforia HUT ke-30 KKSU Kabupaten Nunukan berlangsung di lokasi wisata SAE Lanuka (Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIB Nunukan), Sabtu (12/11/2022), siang.

Ketua KKSU Kabupaten Nunukan, Abdullah mengatakan Torang Semua Basudara jadi pilihan tema HUT kali ini untuk saling mengingatkan makna persatuan bagi anggota kerukunan di tanah perantauan.

"Torang semua basudara artinya kita semua bersaudara. Terlepas dari apa etnisnya, agamanya, status sosialnya yang namanya Sulawesi Utara kita semua bersaudara," kata Abdullah kepada TribunKaltara.com, pukul 13.00 Wita.

Baca juga: Weekend Ini 7 Speedboat Reguler Rute Nunukan-Tarakan Berangkat, Sabtu 12 November 2022

Dia berharap meski tinggal di perantauan, silaturahmi antar sesama warga Sulawesi Utara dapat terus terjalin dengan baik.

"Semoga tetap kompak. Itu yang kami harapkan," ucap Ketua KKSU Kabupaten Nunukan dua periode itu.

Menurut Abdullah, jauh sebelum terbentuk KKSU di Nunukan telah ada warga Sulawesi Utara yang berdomisili dan banyak juga yang singgah untuk beberapa bulan di Nunukan.

Lebih lanjut ia sampaikan bagaimana KKSU Nunukan terbentuk berawal dari musibah tenggelamnya kapal KM Cahaya Macololoe pada 1990 di sekitar Tanjung Haus dalam perjalanan dari Tarakan menuju Nunukan.

"Puluhan orang meninggal dunia atau yang kami sebut malamise. Termasuk warga Kawanua dari Palu. Saat itu KKSU belum terbentuk. Semua etnis turun membantu baik itu biaya pulang, perawatan, hingga pemakaman," ujar Abdullah.

KKSU di Nunukan kata Abdullah sering dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan termasuk beberapa instansi vertikal.

Tak hanya itu, kegiatan yang sifatnya kedukaan KKSU Nunukan juga terlibat membantu keluarga yang berduka.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Nunukan Kembali Meningkat, Jubir Satgas Ingatkan Masyarakat Taat Prokes

"Kami kumpul setiap bulan supaya semakin erat persaudaraan kami. Kebetulan kami punya kelompok arisan. Kami ingin semua etnis di Sulawesi Utara tetap bersatu," tuturnya.

KKSU Nunukan memiliki keanggotaan sebanyak 250 orang yang tersebar di Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, dan beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Nunukan.

"Hari ini kami adakan kegiatan lomba terjemahan bahasa daerah, tarian poco-poco, makan kerupuk, dan gigit sendok," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved