Berita Daerah Terkini

Diduga Sengketa, Polres Bontang Tangkap Tersangka Pembakaran Warung, Pelaku Ngaku Dibayar Rp 25 Juta

Diduga lahan masih dalam sengketa, Polres Bontang tangkap tersangka pembakaran warung, pelaku ngaku dibayar Rp 25 juta, amankan BB CCTV dan HP.

TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi - Kebakaran terjadi di pasar Maridan PPU 

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG - Dua warga di Bontang diciduk polisi usai melakukan upaya pembakaran salah satu warung makan di Tanjung Laut.

Dua tersangka berinisial I (31) dan S (57) diamankan Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang pada, Sabtu (19/11) kemarin, sekira Pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya menjelaskan penangkapan tersebut buntut dari laporan korban, Arifuddin Arafah (58).

Dua tersangka ditangkap di lokasi yang berbesa. Pelaku I di ciduk di Jalan A. Qirang, Tanjung Laut.

Sementara tersangka S diciduk di Jalan Gitar, Bontang Baru.

Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Dinas PMK Tana Tidung Imbau Warga Matikan Elektronik Jika tak Digunakan

Keduanya ditangkap lantaran melakukan upaya pembakaran warung.

Motif tersangka melakukan upaya pembakaran lantaran dianggap lahan warung tersebut sengketa.

Tersangka S mengklaim lahan warung Cilelaki itu merupakan miliknya.

Ia pun meminta tersangka I untuk melakukan pembakaran dengan imbalan akan diberi uang senilai Rp 25 Juta.

“Tersangka S mengaku sudah membeli tanah tersebut. Sehingga dirinya meminta I untuk membakar,” AKBP Yusep.

Upaya pembakaran itu dilakukan I pada Sabtu dini hari (19/11/2022) sekira pukul 02.00 Wita.

Beruntung, aksi pembakaran gagal lantaran warga yang berada di lokasi berhasil langsung memadamkan api.

“Pelapor sebagai pemilik Warung Cilelaki mendatangi lokasi dan mendapati api telah dipadamkan oleh warga sekitar, selanjutnya pelapor melaporkan kejadian ini ke Polsek Bontang Selatan,”jelasnya.

Baca juga: Minimalisir Kebakaran di Malinau, Damkar Lakukan Simulasi dan Kenalkan Cara Sederhana Pemadaman

Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan HP milik tersangka.

“Kini kedua pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatan. Saat ini masih tengah dilakukan penyidikan,” terangnya.

Penulis: Ismail Usman

Sumber: Tribun Kaltara
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved