Berita Nunukan Terkini

Camat Nunukan Pertanyakan Regsosek BPS, Apakah ODGJ Berkeliaran dan Penduduk Non Permanen Didata?

Lakukan pendataan di 21 kecamatan, Camat Nunukan pertanyakan Regsosek BPS, apakah ODGJ berkeliaran dan penduduk nNon permanen ikut didata?

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Talkshow Regsosek yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Nunukan dengan tema "Mengawal Pemanfaatan dan Pemutakhiran Registrasi Sosial Ekonomi", di Sayn Cafe, Rabu (07/12/2022), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Camat Nunukan, Hasan Basri Mursali mempertanyakan soal Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan.

Diketahui BPS Kabupaten Nunukan telah selesai Regsosek dengan melakukan pendataan di 21 kecamatan sejak 15 Oktober-14 November 2022.

Hasan mengakui Regsosek memiliki manfaat yang besar sekali untuk menjawab tumpang tindih data dalam program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kendati begitu, dalam talkshow Regsosek yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Nunukan, Hasan mempertanyakan mengenai proses pendataan yang dilakukan di lapangan.

Baca juga: Ribuan Warga Binaan Lapas Nunukan, Diajak Bersenda Gurau Kakanwil Kemenkumham Kaltimtara

"Saya pertanyakan tadi apakah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang berkeliaran di jalan ikut didata. Termasuk warga yang berdiam secara instan di Nunukan (penduduk non permanen)," kata Hasan Basri Mursali kepada TribunKaltara.com, Rabu (07/12/2022), pukul 13.30 Wita.

Hasan mengatakan maraknya ODGJ yang berkeliaran, beberapa diantaranya merupakan warga Nunukan. Sehingga mereka juga perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

"Kalau mau dirawat butuh biaya. Kecil kemungkinan biaya itu dari keluarga atau yang tidak punya keluarga maka negara punya kewajiban untuk membiayai," ucapnya.

Satu-satunya alternatif ODGJ yang bersangkutan harus memiliki BPJS Kesehatan.

"Kalau mau BPJS harus punya NIK dan KK. Dalam aturan orang yang rentan kependudukan sepeti ODGJ atau Lansia, bisa dibuatkan NIK biar mereka ditangani," ujarnya.

Hasan juga beberkan bahwa banyaknya penduduk non permanen yang berdiam sementara waktu di Nunukan. Lantaran tergiur untuk bekerja sebagai pengikat rumput laut atau biasa dikenal dengan sebutan ma'betang.

"Mereka datang ke sini sifatnya musiman. Ketika rumput laut turun harga, mereka kembali lagi ke daerah asal. Nah itu yang kami tanyakan, apa juga ikut didata oleh BPS dalam program Regsosek," tambahnya.

Baca juga: Tersisa 4 Jadwal Speedboat Kaltara Rute Nunukan-Tarakan Keberangkatan Hari ini, Rabu 7 Desember 2022

Tanggapan Kepala BPS Nunukan

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Muryanto menjelaskan mengenai ODGJ yang berkeliaran petugas Regsosek melakukan identifikasi terlebih dahulu.

Pasalnya, tidak semua ODGJ memiliki anggota keluarga, utamanya mereka yang banyak dijumpai berkeliaran di jalanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved