Jumat, 8 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Bedah Buku 1000 JALAN PENGABDIAN Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Khairul, Part 1

1000 JALAN PENGABDIAN Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Khairul di Tarakan, Cerita Bocah Nakal, Sosok Pemimpi dari Kampung yang Punya Cita-Cita Besar.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com / Andi Pausiah
Kegiatan Bedah Buku '1000 JALAN PENGABDIAN' Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan dr.H.Khairul,M.Kes digelar pagi hingga siang, berlangsung di Kayan Multifunction Hall Tarakan Plaza, Kalimantan Utara Kamis (2/3/2023). (TribunKaltara.com / Andi Pausiah) 

'1000 JALAN PENGABDIAN' Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Khairul di Tarakan, Cerita Bocah Nakal dan Sosok Pemimpi dari Kampung yang Punya Cita-Cita Besar. (Part 1)

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kegiatan Bedah Buku 1000 JALAN PENGABDIAN Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Khairul digelar pagi hingga siang, berlangsung di Kayan Multifunction Hall Tarakan Plaza, Kalimantan Utara Kamis (2/3/2023).

Turut hadir menjadi moderator yakni Catur Hendratmo bersama tiga orang panelis masing-masing yakni Yahya Ahmad Zein, kemudian dari tokoh agama Syamsi Sarman, dan Kepala BPS Kota Tarakan Edwin Triyoga.

Buku ini ini sendiri berjudul The Leader of Tarakan 1000 Jalan Pengabdian, Refeleksi Empat Tahun Kepemimpinan berisi 230 halaman bersama lampiran foto dokuemntasi pencapaian Wali Kota Tarakan selama memimpin Tarakan dan saat ini terhitung sudah memasuki tahun kelima atau tersisa sekitar 10 bulan lagi masa jabatannya.

Buku ini ditulis oleh Awan Setiawan diterbitkan oleh Pusat Profil dan Biografi Indonesia 2023 PT Rajasa Mitra Sukses dan proses pembuatan dimulai tahun 2022.

Kegiatan Bedah Buku '1000 JALAN PENGABDIAN' Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan dr.H.Khairul,M.Kes digelar pagi hingga siang, berlangsung di Kayan Multifunction Hall Tarakan Plaza, Kalimantan Utara Kamis (2/3/2023).
Kegiatan Bedah Buku '1000 JALAN PENGABDIAN' Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan dr.H.Khairul,M.Kes digelar pagi hingga siang, berlangsung di Kayan Multifunction Hall Tarakan Plaza, Kalimantan Utara Kamis (2/3/2023). (TribunKaltara.com / Andi Pausiah)

Baca juga: Pimpin Upacara Hari Jadi ke-25 Kota Tarakan, dr Khairul: Daerah ini Sudah Lalui Tantangan dan Ujian

Membuka kegiatan bedah buku 1000 JALAN PENGABDIAN, dimulai dari Yahya Ahmad Zein yang juga saat ini menjabat sebagai guru besar atau professor termuda di Universitas Borneo Tarakan dengan spesialisasi Ilmu Hukum dan Hukum Tata Negara.

Prof. Yahya, sapaan akrabnya mengungkapkan buku ini bercerita bagaimana perjalanan seorang Khairul dari kecill hingga sampai di titik saat ini, yang dikombinasikan dengan autobiografi sekaligus refleksi empat tahun kepemimpinannya selama menjabat sebagai Wali Kota Tarakan.

Ia menyebutkan ada 230 halaman dengan jumlah 9 bab menurutnya adalah buku yang luar biasa dari sekian banyak buku yang pernah ia baca.

"Luar biasa saya katakan karena buku ini menggabungka kan autobiografi dan refleksi kepemimpinan. Buku ini unik, menggabungkan antara autobiografi dan kepemipinan. Jadi secara personal kita bisa tahu Pak khairul dengan membaca buku ini," ungkap Yahya Ahmad Zein membuka pengantarnya sebagai panelis.

Sejumlah catatan ia rangkum dalam buku ini yang menurutnya cukup menarik.

Pertama penulis menggabungkan autobiografi dan success story, yang membuat pembaca bisa terbawa suasana dan terhanyut karena perjuangan luar biasa.

"Seorang anak awalnya hanya bersama ibunya kemudian dititipkan dengan keluarganya dan kembali ke rumah orangtua hijrah ke Samarinda dengan latar keluarga yang begitu sederhana," kata Yahya Ahmad Zein.

Baca juga: dr Khairul Harapkan Tarakan Bisa Terapkan Visa on Arrival, Akui Usulan Sudah Diajukan ke Pusat

Itu menjadi bagian terpenting yang membuat Khairul saat ini bisa berhasil, mulai dari pendidikan formal dan ajaran orangtua.

Ia juga turut menyinggung karakter kepemimpinan Khairul yang semakin terasah ketika bertemu dengan perempuan bernama Rujiah, yang kini menjadi istrinya.

"Gaya kepemimpinan cepat, progresif, mengambil keputusan cepat dalam percintaan, begitu juga implementasinya saat memimpin. Problem solving diupayakan bagaimana menghdapi Covid-19, bergerak cepat dan bisa mematahkan statement negative yang ada," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved