Berita Malinau Terkini
Harga Terjangkau Lewat Pasar Murah, Disperindagkop Malinau Jelaskan Teknis Subsidi Barang
Permintaan meningkat jelang Ramadan 2023. Harga barang menjelang hari besar keagamaan di Malinau disubsidi sekira 25 persen dari harga di Pasaran.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga barang menjelang hari besar keagamaan di Malinau disubsidi sekira 25 persen dari harga di Pasaran.
Pelaksanaan pasar murah untuk mewadahi masyarakat khususnya karena permintaan meningkat jelang Ramadan 2023.
Komoditas diambil dari agen barang lokal, kemudian dipasarkan Diperindagkop Malinau melalui pasar murah.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Malinau, Yeni Erlena menerangkan teknis subsidi harga barang melalui pasar murah.
Baca juga: Sebulan Bisa Raup Rp 15 Juta, Pengrajin Desa Wisata di Malinau Beber Prospek Cerah Industri Kreatif
Barang yang dijual, meliputi kebutuhan pokok, keperluan rumah tangga hingga bumbu dapur disalurkan melalui kerjasama pihak agen.
"Kita ada kerjasama dengan pihak agen. Barang-barang yang diambil harga normal di agen. Kemudian kita pasarkan di pasar murah yang sebagian harganya disubsidi," ujarnya, Senin (14/3/2023).
Sebagai Ilustrasi, harga bawang merah saat ini dibanderol seharga Rp 40 ribu harga terkini di pasaran. Harga agen dibeli dibawah rata-rata harga di tingkat pengecer.
Dipasarkan lebih murah sekira 25 persen dari harga normal. Rp 5 ribu disubsidi oleh pemerintah daerah sehingga harga jual relatif murah yakni Rp 35 ribu.
"Contohnya, bawang merah harga di pasaran saat ini Rp 40 atau 42 ribu. Itu disubsidi pemerintah, kita jual melalui pasar murah seharga Rp 35 ribu," katanya.
Karena disubsidi, sasaran dan jumlah pembelian dibatasi agar diatribusi merata. Pasar murah digelar untuk membantu kelompok masyarakat menekan pengeluaran.
Baca juga: Harga Barang Disubsidi Jelang Ramadan, Ibu-Ibu Serbu Lapak Pasar Murah Disperindagkop Malinau
"Karena biasa dekat bulan puasa, karena permintaan meningkat, harga barang jadi naik. Lewat Pasar Murah bertujuan membantu masyarakat menekan pengeluaran khususnya mendekati puasa," katanya.
Harga barang yang dijual sedikit lebih murah dari harga normal dipasaran. Seperti Bawang Putih dijual Rp 25 ribu, harga pasaran Rp 30 ribu.
Harga Bawang Merah Rp 35 ribu, sementara harga pasaran Rp 42 ribu. Demikian juga harga telur Rp 50 ribu, di pasaran harga Rp 60 ribu, termasuk sejumlah jenis barang lain yang dijajakn di pasar Murah.
(*)
Penulis : Mohammad Supri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/operasi-pasar-murah-malinau-rutin-digelar-jelang-hari-besar-keagamaan-rhth.jpg)