Hari Paskah
Kamis Putih, Awal Tri Hari Suci Umat Katolik, Mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yesus
Umat Katolik memperingati Kamis Putih, awal Tri Hari Suci, mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama para Rasul.
Setelah Kamis Putih, umat Katolik akan memperingati Jumat Agung, hari dimana Yesus wafat di kayu salib.
Kemudian sehari berikutnya, umat Katolik merayakan Sabtu Suci atau Malam Paskah.
Pada peringatan Malam Paskah ini, umat Katoiik menanti kebangkitan Yesus Kristus setelah tiga hari wafat.
Warisan Tradisi Yahudi
Adapun pada zaman Yesus hidup, perjamuan terakhir berasal dari warisan tradisi Yahudi.
Perjamuan Terakhir kala itu adalah perayaan Paskah atau hari raya roti tidak beragi.
Yesus dan para murid merayakannya dengan cara memakan roti tidak beragi.
Paskah ketika zaman Yesus adalah festival Yahudi untuk memperingati keluarnya bangsa Yahudi dari perbudakan Mesir, ketika mereka pergi begitu cepat sehingga tidak ada waktu untuk roti mengembang.
Baca juga: Jadwal Misa Kamis Putih 14 April 2022 di Bulungan Kalimantan Utara, Persiapkan Hati Menuju Paskah
Adapun ritus pembasuhan kaki, Yesus ingin mengajarkan para murid-Nya agar bekerja sebagai hamba di dalam Tuhan.
Ini adalah tindakan yang melambangkan cara melayani, yang mana Yesus memerintahkan para pengikutnya untuk mengasihi dan melayani.
Sebagian besar Gereja Katolik akan mengadakan Misa malam ini, dengan perayaan Ekaristi yang mencakup pembasuhan kaki.
Detik-detik ketika pembasuhan kaki, Yesus sempat menubuatkan kematian-Nya dan mengungkapkan bahwa ada salah satu dari para murid yang berkhianat.
"Salah satu dari kamu akan mengkhianati Aku," kata Yesus. Yudas Iskariot, salah satu dari 12 murid Yesus, yang kemudian mengkhianati-Nya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kamis-putih-tri-hari-suci-paskah-130422.jpg)